Jumat, 10 Feb, 2012

Portal Lain Menu

Waspadai Pasar Tumpah Sukamandi dan Ciasem

Kendaraan di Pantura Subang Mulai Padat

DODO RIHANTO/"PRLM"
DODO RIHANTO/"PRLM"
JALUR Pantura di Subang mulai dipadati kendaraan. Para pemudik mesti hati-hati adanya pasar tumpah di daerah Sukamandi dan Ciasem.*

SUBANG, (PRLM).- Memasuki H-5 Lebaran, arus lalu lintas di jalur Pantura Subang mulai padat. Ribuan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat melintasi jalur arah ke Cirebon sejak pukul 5.00 WIB, Minggu (5/9).

Kendati demikian arus lalu-lintas masih terlihat lancar terkendali. Kendaraan yang didominasi sepeda motor bisa melaju menuju arah Timur tanpa ada hambatan berarti.

Bahkan sejumlah pengendara dapat beristirahat dengan tenang di sejumlah warung musiman atau SPBU yang terdapat di sepanjang jalur Pantura Subang. “Kami memang sengaja mudik lebih awal agar perjalanan lancar,” ujar Asnadi (35), warga Palimanan Cirebon, ketika berisitirahat di SPBU Patokbesi.

Dia pulang kampung bersama istri dan dua keponakannya dengan menggunakan dua sepeda motor. Karena kelelahan mereka beristirahat sejenak di SPBU untuk memulihkan stamina.

Menurut Asnadi, mereka berankat dari bilangan Cakung Jakarta Timur, selepas santap sahur. Asnadi berharap, sebelum dzuhur mereka sudah tiba di kampung halaman. “Alhamdulillah di sepanjang perjalanan banyak petugas yang berjaga, sehingga kami merasa terlindungi dari ancaman penjahat,” kata Asnadi.

Dari pemantuan "Pikiran Rakyat Lintas Media" (“PRLM”), kendati arus mudik masih terlahat lancar, namun ada beberapa tempat yang patut diwaspadai sebagai sumber kemacetan. Tempat dimaksud adalah Pasar Sukamandi, Ciasem, dan Pasar Pusakanegara. Di tempat itu banyak penyembarang jalan berkendaraan becak dan sepada motor, sehingga kerap menghambat laju kendaraan pemudik. Salah satu contoh, Petugas sering menghentikan kendaraan yang melaju di jalur Pantura dari arah Jakarta maupun dari arah Cirebon untuk memberi kesempatan kepada para penyebrang jalan. Akibat hal itu, laju kendaraan pemudik kerap terhambat dan rentan menimbulkan kecelakaan tabrak belakang.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Ciasem yang berjaga di Pos Gatur Sukamadi, Komisaris H. Ridwan, pihaknya terpaksa harus menghentikan kendaraan pemudik untuk menyebrangkan pengguna jalan lainnya. “Namun, penghentian kendaraan di jalur Pantura hanya dilakukan jika penyebrang sudah benar-benar padat,” kata Ridwan.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan menyesalkan masih adanya truk tronton nonsembako yang masih melintas di jalur Pantura pada H-5. Padahal seharusnya truk-truk itu harus berhenti beroperasi sejak H-7 lalu. “Kewenangan untuk melarang truk beroperasi ada di Dinas Perhubungan, bukan Polisi,” kata Ridwan. (A-106/A-147)***

tiasa tah kanggo obyek wisata

Anonymous's picture

tiasa tah kanggo obyek wisata fotografi para turis mancanegara..

melihat para pengendara

Anonymous's picture

melihat para pengendara banyak yg tdk pakai helm, ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat akan keselamatannya masih kurang,, selamaini mereka pakai helm itu masih terpaksa karena takut di tilang.. padahal bpk2 polisi berusaha untuk keselamatan pengguna.. kapan ya manuisa mau sadar dengan aturan2 pemerintah ?? bagaiman kita akan di hargai, kalau kita sendiri tdk mau menghargai.. sadarlah wahai manusia.. ingatlah bahwa aturan itu untuk anda sendiri manfaatnya..

Euh asa wararaas emut jaman

Anonymous's picture

Euh asa wararaas emut jaman kapungkur nj dameul di kota bd mudik kalembur br nyandak cacandakan kange boroeun kulawargi.Euh iraha bd ngalaman deui mudik.Kasadayana nu bade mudik sing atos atos dijalanna sing salameut dugi katujuan supados tiasa keumpeul deui sareung kulawargi...
Wassalam.
Aram,Phnom Penh Kamboja.

Mudik itu sesuatu yang rutin,

Anonymous's picture

Mudik itu sesuatu yang rutin, unik, dan sesuatu yang tak mungkin dihilangkan begitu saja, dll. Dari waktu kewaktu semakin bertambah jumlahnya termasuk kerawanannya.
Tidak kalah rutin dan unik, adalah masalah KEMACETAN LALU LINTAS yang tidak pernah teratasi. Sehingga mudik nyaman dan aman itu hanya sebuah impian nun jauh disono (bukan disana)..
Sedemikian sulitkah, Dinas Perhubungan, Dinas PU, Kepolisian, PEMDA setempat dan para pihak yang terkait untuk duduk bersama membahas dan memecahkan masalah ini. Meski alibi klasik selalu muncul ; anggaran ini itu belum turun atau terlambat datang bintang..
Membuat mereka yang mudik merasa "nyaman dan aman" bukankah merupakan ibadah dan pahala yang luar biasa..

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR