Daging Sapi di Kota Bandung Aman Dikonsumsi
BANDUNG, (PRLM).-Daging sapi yang diperdagangkan di Kota Bandung aman dikonsumsi. Hal itu berdasarkan pemeriksaan pada beberapa sampel yang diambil dari pedagang daging di Pasar Ciroyom dan Rumah Pemotongan Hewan, Jumat (3/9) tengah malam.
Dari pemeriksaan di Ciroyom dengan menggunakan alat penguji kebusukan daging Sensor Fresh Q, daging yang dijual masih dalam keadaan segar. Tingkat keasamannya pun baik, dengan PH antara 5,5-6,2.
Pemeriksaan difokuskan pada daging impor, sebab daging tersebut masuk ke Indonesia sudah dalam kemasan. Meskipun dari produsen sudah disertai sertifikat sehat dan halal. Daging impor tersebut berasal dari Australia, New Zeland, dan Amerika.
"Kalau sapi lokal sudah diperiksa sejak di RPH (Rumah Potong Hewan). Daging impor rentan rusak kalau penyimpanannya tidak benar," kata Kepala Bidang Pengawasan Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Umi Syafitri.
Sementara pemeriksaan di RPH Arjuna Ciroyom semalam, dari seekor sapi yang dipotong semalam didapati hatinya rusak karena cacing hati yang merusak jaringan. Berat hatinya sekitar 2,5 kg. Oleh petugas, hati langsung dimusnahkan. Sementara dagingnya masih bisa tetap dijual karena cacing hati hanya menjangkiti hati.
"Kalau di RPH, begitu ada bagian sapi yang tidak layak langsung bisa diamankan sebelum dilempar ke pasaran. Di setiap RPH ada petugas yang memeriksa," kata Umi.
Di Bandung terdapat lima RPH, dua milik pemerintah dan sisanya milik perseorangan. Juru periksa daging (keur master) terdapat di semua RPH.
Meskipun pemeriksaan hanya di Pasar Ciroyom, tetapi bisa dijadikan acuan untuk pasar-pasar yang lain.
"Sebab penjualan daging terbesar itu di Pasar Ciroyom," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Dedi Mulya. (A-170/kur)***
Post new comment