Sabtu, 4 Feb, 2012

Portal Lain Menu

Puncak Cartensz Pyramid Ditaklukkan Selama 20 Tahun

YOGYAKARTA, (PRLM).-Menggapai cita-cita memerlukan kesabaran dan kesinambuangan usaha seperti dibuktikan oleh Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Keinginan mereka untuk menaklukkan puncak Cartensz Pyramid di Kabupatan Intan Jaya Papua, terlaksana setelah 20 tahun sejak program dicanangkan.

Penaklukan satu dari tujuh gunung tertinggi di dunia tersebut dikemas dalam agenda Unisi Ekspedisi Papua 2010, dengan kekuatan tiga atlet pendaki dan dua pendukung dari mahasiswa UII. Pencapaian ini memerlukan waktu cukup singkat, mulai 18 Agustus dan mencapai puncak setinggi 4884 dpl pada 25 Agustus. "Kami bangga dan menangis haru ketika bisa menancapkan bendera universitas di puncak Cartensz Pyramid," kata Addi Fahmi, ketua tim pendakian, Jumat (3/9).

Pendakian dimulai dari jalur Sugapa Kabupatan Intan Jaya Papua, rute pendakian yang biasanya disusuri oleh para pendaki warga negara asing. Pilihan jalur tersebut bukan tanpa risiko. "Kami sempat diteror oleh orang-orang yang mengaku sebagai pemegang linsensi tour guide untuk pendakian ke puncak gunung tersebut," kata dia.

Klaim agen tour tersebut berkedok agar mahasiswa menyetor dana sebagai cara memperlancar pendakian. Izin yang dikantongi dari Polri, mereka anggap tidak ada maknanya. "Ini bisa diatasi ketika tim menjelaskan bahwa pendakian ini misi sosial mahasiswa untuk memeriahkan milad universitas , bukan tujuan wisata atau komersial. Jika diminta menyerahkan fee, mahasiswa tidak memiliki dana. Kami memahami pendakian di sana dikomersialkan," ujar dia. Misi sosial tersebut ditunjukkan tim pendaki dengan bakti sosial dari universitas berupa sedekah buku kepada siswa SD Inpres Yokatapa, SMPN 1 Sugapa, SMUN 1 Sugapa, TKI YPPK.

Rute pendakian yang ditempuh selama enam hari tersebut melewati empat fase demografi yang berbeda. Pada dua hari pertama, tim yang dibantu delapan porter mengarungi hutan belukar, fase kedua padang rumput, fase ketiga bukit bebatuan.

Ketua Panitia Ekspedisi Willy Pangaribuan menyatakan jalur pendakian Cartensz bisa melewati kompleks Freeport. "Kami tidak melakukan karena mereka memiliki sistem tersendiri. Jika jalur Freeport, pendaki langsung memasuki fase ketinggian 4200 dpl, dengan perjalanan kendaraan dan sisanya ditempuh jalan kaki cukup sehari. Ekspedisi ini memilih jalur lain," kata dia. Soal lama perencanaan, dia menyatakan pendakian Cartensz merupakan program jangka panjang dari para senior-senior Mapala UII masa lalu. Kendala dana menjadikan program ini terlaksana setelah 20 tahun sejak dicanangkan.

Rektor UII Prof. Dr, Edy Suandi Hamid dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Ir. Bachnas, MSc menyatakan sukses ekspedisi merupakan sukses mahasiswa karena tekad dan kegigihan mereka berlatih dan mencari dana secara mandiri. "Kami membantu tidak seberapa, mereka sendiri yang mencari dana untuk ekspedisi," kata kedua pimpinan UII tersebut saat menyambut tim di kampus UII Jalan Kaliurang km.14 Yogyakarta. "Kami akan membahas penghargaan apa yang pantas bagi mereka,"kata Bachnas. Total dana biaya ekspredisi tersebut sebanyak Rp 150 juta. (A-84/kur)***

mantapp brother... pantang

Anonymous's picture

mantapp brother...

pantang kembali sebelum tercapai puncak idaman

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR