RSUD Cibabat Kekurangan Stok Darah
CIMAHI, (PRLM).- Stok darah di Unit Tranfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) RSUD Cibabat semakin menipis. Bahkan stok untuk golongan darah A sudah kosong sejak beberapa hari lalu. Dengan kondisi tersebut, pihak UTDRS berupaya memotivasi keluarga pasien untuk menjadi donor keluarga.
Demikian diungkapkan oleh Kepala UTDRS RSUD Cibabat Tri Sumartina saat ditemui di RSUD Cibabat. Saat ini, stok darah di UTDRS RSUD Cibabat tinggal 21 labu. Jumlah tersebut terdiri atas 8 labu golongan darah B, 4 labu golongan darah AB, dan 9 labu golongan darah O. Padahal kebutuhan darah di rumah sakit tersebut mencapai 400 labu setiap bulannya.
”Dibandingkan dengan PMI, stok kita memang lebih sedi-kit. Bahkan untuk golongan darah A sudah kosong sejak dua hari lalu. Permintaan untuk golongan darah A memang sedang banyak dalam beberapa hari ini,” kata Tri.
Dengan kondisi tersebut, Tri mengatakan, pihaknya berupaya dengan memotivasi pihak keluarga pasien untuk menjadi donor keluarga. Tri mengatakan, sejauh ini sudah ada lima pasien yang membutuhkan golongan darah A. Karena stok sedang kosong, pihaknya telah menganjurkan keluarga pasien untuk menjadi donor.
”Akan tetapi, itu memang tidak mudah, karena mungkin dari pihak mereka juga banyak kendala. Dari lima keluarga pasien itu, baru satu yang datang,” tuturnya. Menipisnya stok darah, menurut Tri, karena memang donor di bulan Puasa ini berkurang. Bahkan ia mengatakan, saat ini sedang dalam masa pasif. Padahal permintaan tetap ada, terutama untuk kasus kebidanan dan bedah.
”Sebenarnya melakukan donor darah pada saat puasa tidak menjadi masalah,” kata Tri. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena setiap kali akan mendonor, pihak UTDRS RSUD Cibabat akan terlebih dulu melakukan pemeriksaan. Mulai kesehatan, kecukupan tidur, usia, hemoglobin, dan lainnya.
Tri mengatakan, biasanya hingga dua minggu setelah Lebaran stok masih susah. Hal tersebut sudah terjadi dari tahun ke tahun. Dengan kondisi seperti itu, Tri menga-takan, pihaknya akan berupaya melalui donor keluarga. Selain itu, pihaknya pun akan tetap berkoordinasi dengan PMI Kota dan Kabupaten Bandung.
Menjelang Lebaran ini, Tri menuturkan, pihaknya akan tetap jaga 24 jam. Namun, hanya untuk pelayanan darah saja. Sementara aktivitas donor darah tetap berlangsung sesuai jam kerja. (A-177/A-147)***
Post new comment