Pemecatan Yance Dinilai Belum Final
CIREBON, (PRLM).- Pemecatan Irianto M.S. Syafiuddin alias Yance dari posisinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar dinilai belum final. Untuk itu, pemecatan tersebut harus dibuka dan dibicarakan lagi oleh kedua belah pihak.
Penilaian tersebut datang dari Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Dave Laksono. Menurut Dave, AMPI yang merupakan ormas dibawah naungan Partai Golkar, sangat berkepentingan dengan Golkar.
Meskipun tidak secara langsung mengungkapkan penyesalannya, Dave memandang, keputusan pemecatan itu masih belum final.
Menurut Dave, pihak DPP dan Yance masih bisa duduk bersama membicarakan partai, dengan semangat kebersamaan dan kebesaran partai.
Diakui Dave, secara AD/ART keputusan pemecatan itu memang bisa dipertanggungjawabkan, termasuk penandatanganan surat keputusan itu yang dilakukan oleh bukan ketua umum.
"DPP maupun Pak Yance harus duduk bersama untuk menuntaskan persoalan tersebut jangan sampai berlarut-larut," katanya saat dimintai tanggapannya soal pemecatan Yance di Cirebon Kamis (2/9).
Menurut Dave, sebagai ormas dibawah Partai Golkar, AMPI juga memiliki tanggung jawab besar untuk membesarkan Partai Golkar. "Kami di AMPI tidak bermaksud untuk mengintervensi keputusan partai. Kami dalam posisi netral. Namun selama ini yang kami pantau dan amati, Pak Yance merupakan kader Partai Golkar yang potensial," katanya
Dave menilai, tindakan pemecatan itu merupakan tindakan sangat keras yang dilakukan oleh partai terhadap kadernya. Meski demikian, dia memahami, tindakan keras DPP pasti didasari oleh suatu alasan dan pertimbangan yang matang.
"Kami memahami, masing-masing pihak pasti memiliki alasan untuk melakukan tindakannya. Kalau sampai ada tindakan keras seperti itu, pasti ada alasan kuat yang mendasarinya," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Irianto M.S. Syafiuddin dan Sekretaris Dedi Mulyadi dicopot dari jabatannya. Keduanya dinilai tidak menjalankan organisasi sesuai dengan AD/ART yang berlaku di partai berlambang pohon beringin.
Pemberhentian Yance dan Dedi dituangkan dalam keputusan DPP Partai Golkar Nomor KEP-84/DPP/GOLKAR/VIII/2010 tertanggal 20 Agutus 2010. Surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L. Sambuaga dan Sekjen Idrus Marham. (A-92/A-26).***
Disiplin perlu
Disiplin perlu ditegakkan...!, tapi, keutuhan partai perlu dipertimbangkan ... !
Pa Yance jangan takut dipecat
Pa Yance jangan takut dipecat dari GOLKAR, bapa mah pasti diterima di partey besar lain kalau keluar dari GOLKAR. Ngapain membela GOLKAR yang carut marut kondisi di dalamnya. Udah aja pindah ke PDIP, atau ke Partey Demokrat, Bapa pasti ditunggu dua partey besar tersebut.
kasihan pak Yance, kembalikan
kasihan pak Yance, kembalikan kepada anggota kenapa dulu mau memilih dan belum selesai tugas e malah di pecat, asa teu sopan pisan
Sekarang ada cerita mecat
Sekarang ada cerita mecat pucuk pimpinan DPD I. Kalo dulu tidak kata pecat. Kurang besar pemasukan ke DPP ya?. Syukur kalo Jabar bebas Golkar bosen dan takut menang lagi. Kalo menang pasti banyak santri, ustadz, dan ulama yang diintimidasi, dianiaya, dan disiksa.
biasa dipecat mah....ari
biasa dipecat mah....ari embung dipecat mah nyieun partai sorangan wae..
sudah tradisi, tidak aneh...
sudah tradisi, tidak aneh... pecat, pecat!
" aduhhhh maen pecat aj bang
" aduhhhh maen pecat aj bang ical nich,,,Golkar bukan milik bang ical sendiri,Golkar milik warga jabar juga bung.....perhitungkan suara Golkar di pantura ( indramayu,cirebon kuningan,majalengka)bisa hilang tuch bang,,,,,,
Post new comment