Jumat, 10 Feb, 2012

Portal Lain Menu

Penampilan Ceria dan Bahagia jadi Sasaran Empuk Penjahat Hipnotis

YOGYAKARTA,(PRLM).- Pelaku kejahatan dengan modus hiptonis memilih sasaran calon korban yang penampilan ceria dan bahagia, dengan tendensi orang tersebut kendor kewaspadaannya.

Guru Besar Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono menyatakan pelaku kejahatan hiptonis memilih sasaran korban dalam kualitifikasi tersebut dengan perhitungan bahwa orang yang tengah bahagia senang disanjung, dibujuk. Jika pendekatan psikologis ini bisa mempengaruhi, penjahat langsung menerapkan jurus hipnotis sepenuhnya kepada calon korban.

Dia menanggapi aksi-aksi kejahatan dengan pendekatan hipnotis yang belakangan marak terjadi di sejumlah kota. "Kontrol internal seseorang menjadi sangat penting untuk mengantisipasi kejahatan hipnotis," kata dia, Kamis (2/9) usia presentasi dan praktik terapi di depan jurnalis.

Menurut dia calon korban tidak seluruhnya bisa mendeteksi adanya serangan kejahatan dengan cara hipnotis. Apalagi, calon korban dalam keadaan bahagian, senang, ketika bertemu orang lain mudah familiar. Atau, ada penelepon memberitahu dia mendapat hadiah, emosi kebahagiannya langsung bangun dan menyambut penelepon dengan sikap simpatik.

Sikap mudah akrab tersebut secara etika sangat baik, tidak demikian halnya jika berhadapan dengan orang yang belum dikenal sebelumnya. Jika kebetulan orang yang baru dikenal penjahat dengan modus hiptonis, orang bahagia demikian menjadi sasaran empuk.

"Saya menyarankan siapapun yang bertemu dengan orang baru dan belum dikenal atau sudah dikenal sekalipun, atau menerima telepon dari orang yang belum dikenal, sebaiknya menjaga jarak yang wajar. Ketika basa-basi atau salam kenal sudah selesai, kita sebaiknya tarif nafas sebagaimana biasanya untuk menjaga kesadaran diri. Dalam kondisi kesadaran terjaga, hipnotis dengan maksud jahat bisa digagalkan dengan sendirinya," kata dia.

Menurut dia sikap waspada harus terkondisikan secara alami dalam diri. Dalam kondisi apapun, sangat bahagia pun, kontrol diri harus tetap dilakukan. Cara yang mudah, membiasakan zikir atau ingat pada pencipta dalam hati. "Ketika orang ingat Allah Swt, zikir, itu maknanya dalam kondisi sadar. Jadi tidak mudah kena sasaran hiptonis," ujar dia.

Ditanya citra ilmu hipnotis, menurut dia kasus kejahatan dengan cara hipnotis tidak mendistorsi ilmu ini karena penyalahgunaan ilmu ini sifatnya kasuistik dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Justru ilmu ini akan makin diminati untuk dipelajari. Alasannya bukan menangkal kejahatan hipnotis.

"Manusia era industri ini memerlukan kelengkapan hidup dengan spiritualitas dan ilmu. Hipnotis menjadi salahsatu pilihan orang modern untuk memenuhi nilai spiritualitasnya," kata dia. (A-84/kur)***

ga usah sedih mending pasang

Anonymous's picture

ga usah sedih mending pasang muka datar aja biar yg mau ngehipnotisnya jd bingung

Berarti klo bepergian harus

Anonymous's picture

Berarti klo bepergian harus pasang muka sedih.

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR