PLN Gratiskan Biaya Administrasi Migrasi
BANDUNG, (PRLM).- Untuk meningkatkan penetrasi listrik prabayar, PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB) menggratiskan biaya administrasi migrasi untuk penggantian meteran tanpa perubahan daya. Dengan demikian, pelanggan listrik konvensional yang akan beralih menggunakan listrik prabayar tanpa melakukan perubahan daya hanya dikenakan biaya pembelian setrum perdana sebesar Rp 20.000 dan biaya standar pemasangan baru sesuai tarif dasar listrik (TDL).
Demikian diungkapkan Deputi Manager Komunikasi PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten Adang Djarkasih didampingi staf humas Agus Yuswanta di sela-sela buka bersama dengan kaum duafa dan masyarakat sekitar Kantor PLN DJBB, Jln. Asia Afrika, Bandung, Rabu malam (1/9). Biasanya, pelanggan yang melakukan migrasi listrik tanpa perubahan daya dikenakan biaya administrasi meteran sebesar Rp 400.000.
"Sebelumnya kami hanya menggratiskan biaya administrasi migrasi dengan perubahan daya. Akan tetapi, mulai pertengahan Agustus ini pelanggan yang melakukan migrasi tanpa perubahan daya juga tidak dikenakan biaya administrasi penggantian meteran," ujar Adang.
Tahun ini jumlah pelanggan listrik prabayar di Jabar dan Banten ditargetkan mencapai 561.400. Namun, hingga akhir Juli tahun ini di Jabar Banten baru terealisasi 124.155 pelanggan listrik prabayar atau 22,11 persen dari target yang dibidik.
Kendati realisasi listrik prabayar tahun ini masih minim dan 2010 tinggal bersisa empat bulan, Adang mengaku optimistis, pada akhir tahun target akan tercapai. Selain bergulirnya program penghapusan biaya administrasi penggantian meteran, menurut dia, optimisme itu muncul seiring dengan masuknya sebagian meteran prabayar.
"Salah satu kendala pemasangan baru ataupun migrasi listrik prabayar karena sebagian meteran belum masuk. Akan tetapi, September-Oktober ini meteran-meteran itu akan masuk. Dengan demikian, kami sudah bisa melayani daftar tunggu yang sudah cukup banyak," katanya.
Menurut dia, untuk Kota Bandung saja sedikitnya sudah ada 5.000 daftar tunggu listrik prabayar, belum termasuk daerah lain. Belum datangnya meteran ini jugalah yang membuat realisasi di Kota Cianjur baru mencapai 15.103 dari target 35.795. Padahal, program gratis migrasi tanpa perubahan daya ini sudah dilakukan di Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Kota Cianjur sejak awal tahun.
Saat ini penetrasi listrik prabayar tertinggi ada di Bekasi, dengan 27.667 pelanggan dari 57.485. Sementara di Bandung baru terealisasi 10.080 pelanggan dari target 16.913.
"Bagi pelanggan yang akan melakukan migrasi bisa langsung mendatangi kantor PLN terdekat atau menghubungi call centre 123," kata Adang. Migrasi maupun pemasangan baru listrik prabayar dibuka untuk daya 450 VA sampai 41,5 KVA.
Tahun ini Jabar dan Banten diberikan target terbesar dari total Jawa Bali 961.400 pelanggan listrik prabayar. DKI Jakarta sendiri hanya ditargetkan 160.000 pelanggan listrik prabayar, dengan realisasi 51.065. Bali target 70.000 terealisasi 22.880, Jatim target 90.000 realisasi 19.129, dan Jateng target 80.000 dengan realisasi 18.045 pelanggan listrik prabayar. (A-150/A-147)***
Bravo trus bwat PLN,
Bravo trus bwat PLN, maju....maju...maju..... N kerja,,,,kerja,,,,kerja !!!!
Post new comment