Elsid Sayangkan Real Count KPUD
SOREANG, (PRLM).- Lingkar Studi Demokrasi (Elsid) meminta KPUD Kab. Bandung untuk bersikap netral dan menegakkan aturan main dalam Pemilukada Kab. Bandung. "Isu-isu kecurangan yang disampaikan oleh sejumlah tim, jangan sampai mempengaruhi kinerja KPU," tegas Ketua Elsid Dedi Barnadi, Selasa (31/8).
Ia menyayangkan sikap KPU yang mempublikasikan hasil real quick count kepada publik, sementara pada saat bersamaan, perhitungan secara manual baru sampai tahap kecamatan.
"Quick count itu pasti memiliki margin of error. Pada angka yang sangat kritis, bisa menimbulkan permasalahan. Jika pada hasil quick count, misalnya, pasangan nomor 7 tak mencapai 30%, lalu pada perhitungan manual lebih dari 30%, maka akan timbul dampak psikologis. Mungkin KPU juga mesti bertanggung jawab atas anarkisme massa jika ada yang tak puas atas hasil pemilukada," tutur Dedi.
Ia merasa ada kejanggalan dalam keputusan KPU untuk membuat quick count. "KPU dari dulu 'mengharamkan' quick count, dan selalu menggunakan cara manual, menunggu hasil yang masuk melalui rapat pleno desa dan kecamatan. Pola itu yang sebenarnya mesti dilakukan. Jangan KPU seolah-olah mengambil alih peran lembaga survei," ucapnya. (A-175/das)***
bukan di sayangkan tapi
bukan di sayangkan tapi perbuatan yang melanggar. kpu bukan ranah/ garapannya utk melakukan Quik Count. itu ada ranahnya. Apabila suatu pekerjaan bukan di kerjakan oleh ahinya maka tunggulah kehancuran. gitu kan.
sebelum dilakukan Pilkada,
sebelum dilakukan Pilkada, memang No 7 byk melakukan kampanye tekanan kpd tingkat desa, kecamatan, dan di bantu sama Mitohana...!, semua itu sudah ketahuan atuh Bupati skrg mengarahkan pada Nomor 7... , supaya doktrin KKN masih berlanjut terusssssssssssss....!
indikasi 'main mata' antara
indikasi 'main mata' antara kpu,panwaslu dan incumbent sangat terang benderang.usut ah kepolisian kepada pihak yang berlaku curang dalam negara ini mohon ditegakkan dengan transparan dan seadil2nya..
Kenapa musti menghubung
Kenapa musti menghubung hubungkan no 7 dengan kekusutan TI KPU, yang ngaco itu oknumnya KPU, Kepada Panwas usut permasalahan TI KPU biar jelas semuanya.
kepada masyarakat jangan dulu berprasangka buruk, dinegara hukum, jika ada masalah selesaikan secara hukum.
jelas-jelas ini menandakan
jelas-jelas ini menandakan adanya "main mata" antara pasangan yang diuntungkan dengan KPU,parahhh pisann...
Iyya karunya no 7 kumaha nya
Iyya karunya no 7 kumaha nya nasib na engke di akhirat??? Tobat Tobat Tobat
karunya no 7
karunya no 7
Nu goreng mah nu sieun diajak
Nu goreng mah nu sieun diajak kana bebeneran, soalna geus mangpuluh-puluh tahun ti jaman jadi penguasa tunggal di Orba, kangeunahan ngabobodo rahayat. Ayeuna geus tereh sakarat, saeutik deui!!!
nak muslim tong mancing
nak muslim tong mancing masalah wae, maklum saja kalo yang kalah selalu cari masalah, apalagi kekalahan kedua. yang menang walaupun tidak berbuat apa2 juga dihubung-hubungkan.biarin aja masyarakat yg menilai bagaimana hancurnya calon pamimpin anu ambisius.
kenapa kesian nomor 7...
kenapa kesian nomor 7... calon itu kan diuntungkan...
yang kesian itu sebenarnya yang dirugikan. semua kandidat kecuali nomor 7 semua dirugakan akibat kecurangan KPU. miris
Post new comment