Tol Bakrie Kanci-Pejagan Bergelombang

JALAN Tol Tol Bakrie Kanci-Pejagan mendapat perhatian serius sebagai jalur mudik Lebaran.*
AGUNG NUGROHO/PRLM
JALAN Tol Tol Bakrie Kanci-Pejagan mendapat perhatian serius sebagai jalur mudik Lebaran.*

SUMBER, (PRLM).- Tol Kanci-Pejagan atau Bakrie Toll Road (BTR) sepanjang 35 kilometer bergelombang. Kerusakan teknis diduga menjadi penyebabnya. Antara lapisan fondasi dengan bagian atasnya tidak solid.

Dari pantauan "PRLM", Minggu (29/8), titik gelombang menyebar di sepanjang 35 km tol trans Jawa Barat-Jawa Tengah itu. Selain gelombang, juga tampak bahu jalan yang belum diaspal dan masih berupa cor beton itu retak-retak.

Menurut petugas di jalan tol yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhir bulan Januari 2010 itu, kerusakan terjadi sudah lama. Hanya saja, sampai sekarang belum ada perbaikan. Padahal jalan tol itu rencananya menjadi jalur utama bagi kendaraan pemudik yang ke arah Jawa Tengah.

Berbeda dengan tol Palimanan-Kanci yang meski sampai Minggu kemarin masih terus dilakukan perbaikan. Namun hanya perbaikan ringan yang pada H-10, Jawa Marga menjanjikan bisa selesai dan layak untuk dilalui kendaraan pemudik.

Ruas tol Kanci-Pejagan sangat strategis. Karena posisinya yang terkoneksi (nyambung) dengan ruas tol Palimanan-Kanci yang dikelola PT Jawa Marga. Dengan jalan tol Kanci-Pejagan, kendaraan ke arah Jawa Tengah, bisa langsung lurus hingga ke Pejagan, Brebes.

Karena lokasi yang strategis, ruas tol itu memperoleh perhatian serius banyak pihak. Sehingga ketika kondisinya rusak, banyak pihak menyayangkan dan meminta agar pihak Bakrie Group segera melakukan perbaikan.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yoseph Umarhadi dalam kunjungannya pertengahan Agustus 2010 lalu bahkan mendesak BTR yang mengelola tol itu segera melakukan perbaikan."Sepanjang pengetahuan saya, tol Kanci-Pejagan belum layak disebut jalan tol yang bebas hambatan dan kerusakan. Kondisinya mengkhawatirkan. Bisa menimbulkan kecelakaan bagi para pemudik," tutur dia.

Diperoleh informasi, rusaknya jalan tol akibat kontraktor yang mengerjakan pondasi dengan lapisan atas berbeda. Karenanya ketika dipasang tidak kompatibel. Lapisan atas dikerjakan oleh PT Adhi Karya. Sedangkan pondasi lapisan bawah oleh Bakrie Kontraktor."Harus ada solusi darurat untuk mengantisipasi kecelakaan melihat kondisi tol yang bergelombang," tutur Yoseph.(A-93/A-147)***

Baca Juga

Polisi Akan Bongkar Makam Ahmad Wijaya

GARUT, (PR).- Polres Garut akan membongkar makam Ahmad Wijaya, korban yang diduga meninggal dunia akibat penganiayaan. Sementara keluarga korban akan mempraperadilankan Polsek Bayongbong atas dugaan kesalahan prosedur.

AIR Sungai Citarum berwarna hitam karena tercemar limbah pabrik. Sementara bibir sungai Citarum keberadaannya semakin dangkal.*

Izin Mangkir Sidang, Direktur PT IBR Didamprat Hakim

PURWAKARTA, (PR).- Sidang kasus pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Indo Bharat Rayon (PT IBR) berlangsung di Pengadilan Negeri Purwakarta, Kamis, 28 April 2016. Terdakwa Direktur Keuangan PT IBR, Agrawala yang berkebangsaan India menjalani agenda pembacaan dakwaan.

Calon Ketua Kadin Purwakarta Bermunculan

PURWAKARTA, (PR).- Sejumlah nama mulai bermunculan dan siap bersaing dalam Musyawarah Kabupaten VI Kamar Dagang Indonesia (Mukab VI Kadin) Purwakarta yang akan digelar 18 Mei 2016. Sejumlah nama yang muncul itu di antaranya adalah Iwan Torana, Yayat, Sahat, dan Mamat Abdulatif.