Jumat, 10 Feb, 2012

Portal Lain Menu

Petugas Diskoperindag Kab. Bandung Temukan Barang Kedaluwarsa

USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
PETUGAS Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bandung menunjukkan produk yang melebihi tanggal kedaluwarsa di salah satu supermarket saat inspeksi mendadak (sidak)...

SOREANG, (PRLM).-Petugas Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kab. Bandung menemukan sejumlah barang jualan yang sudah memasuki masa kedaluwarsa, saat dilakukan razia barang-barang kebutuhan rumah tangga dua toserba di Kopo Sayati, Kec. Margahayu, Kab. Bandung, Rabu (25/8) siang.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Diskoperindag Kab. Bandung Toto Wilastra yang ditemui di lokasi mengatakan, barang-barang tersebut akan otomatis ditarik karena merugikan konsumen. "Terlebih dahulu kami akan klarifikasi dengan penanggung jawab toko apakah hal ini tergolong ketidaksengajaan atau sebaliknya, sementara ini kami sudah meminta pemilik toko untuk menarik seluruh barang yang sudah memasuki masa kadaluarsa," kata Toto.

Barang yang ditarik tersebut mayoritas merupakan komoditi makanan dan minuman. Kebanyakan hanya berjarak satu bulan dari masa kadaluarsa. "Itu jelas melanggar, karena seharusnya tiga bulan sebelum masa kedaluwarsa yang ditetapkan, barang tersebut sudah ditarik dari peredaran," katanya. (A-175/kur)***

kalau ukm tegur dan

Anonymous's picture

kalau ukm tegur dan Bina
perusahaan besar tuntut

Saya baru-baru ini melakukan

Anonymous's picture

Saya baru-baru ini melakukan penelitian pribadi pada tempat-tempat penjualan mainan anak-anak secara grosir, maka saya temukan banyak produk makanan kedaluarsa seperti Mie kering, coklat manis yang sudah dibulat-bulatkan dalam kemasan plastik. Bahkan dibeberapa pasar tempat penjualan kue-kue kering mereka menjual bermacam tepung kue dan roti yang berasal dari kue kering dan roti kedaluarsa yang kembali ditepungkan.

Bahan-bahan diatas sangat banyak digunakan oleh para pedagang makanan sekolahan yang dijual murah dan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Seharusnya petugas pemerintah Dinas Perindustrian setempat merazia semua perusahaan makanan kemana mereka membuang produk makanan mereka yang kedaluarsa selama ini. Ternyata selama ini ada yang menampung produk kedaluarsa.

Dimanakah pemerintah dalam kondisi ini mampu mengamankan kesehatan masyarakat ? Sudah lama praktek olah ulang produk kedaluarsa berjalan dan tidak ada penindakan dari pemerintah. Apa kerja aparat pemerintah selama ini ? yang telah dibayar mahal oleh uang rakyat ? Kalau mark-up pembelian barang sudah tidak rahasia lagi.

Ulah asal makan wae ah....

Anonymous's picture

Ulah asal makan wae ah.... mangga tinggal heula kondisi sareng tanggal kadaluarsana... nya urang saling jaga aja... kan kalau udah bab las mah jadi angine atuh... malah banyak masalah... para pedagang tolong sing nyaa'ah ka sasama ulah api-api nu penting laku bari ngarugikeun dulir... pan lucu nya mang.

harus ada kebersamaan , dalam

Anonymous's picture

harus ada kebersamaan , dalam kegiatan apapun. dagang lain ngan ukur neangan untung, tapi keur nulung nu butuh,...rasa memiliki sebagai komunitas bandung,..mewujudkan masyarakat sehat lahir batin, tanggung jawab moral sarerea,...

cik atuh dagang teh rada

Anonymous's picture

cik atuh dagang teh rada waras saeutik, kawas ngajual keur parab embe wae..ari duit na hayang ari anu dijualna tengik..tah anu kieu eh sarua jeung korupsi oge.

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR