Banyak PT Lahirkan Sarjana Terlibat Korupsi
BOGOR, (PRLM).-Ketua Mahkamah Konstitusi merasa prihatin dengan banyaknya perguruan tinggi (PT) yang melahirkan sarjana yang justru terlibat dalam berbagai tindak kejahatan, misalnya korupsi setelah mereka menduduki jabatan-jabatan publik. Keprihatinannya itu diungkapkan ketika memberikan Kuliah umum Perdana Mahasiswa Baru Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Semester Ganjil Tahun Akademik 2010/2011, bertajuk ‘Perguruan Tinggi dan Globalisasi dalam Perspektif Konstitusi’, Sabtu (21/8) di Grha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.
Menurut Mahfud, sarjana adalah gelar yang dicapai seseorang setelah menamatkan pendidikan perguruan tinggi. Sementara intelektual atau cendekiawan bermakna seseorang yang cerdas, berakal, berpikiran jernih berlandaskan ilmu pengetahuan. Cendekiawan bukanlah sarjana yang hanya telah menamatkan pendidikan tingginya, namun orang yang terpanggil untuk memperbaiki masyarakatnya, menangkap aspirasi mereka, merumuskannya dalam bahasa yang dapat dipahami setiap orang dan mencarikan strategi alternatif pemecahan masalah.
“Inilah yang dimaksud orang yang cerdas dalam pembukaan UUD 45. Cerdas bukan hanya otaknya, namun kehidupannya. Cerdas yang dimaksud lebih mengarah kepada mengetahui serta mampu memilah mana yang baik dan benar, mana yang buruk,” papar Mahfud . Kehidupan seorang cerdas itu menuntut kesadaran atas harga diri, tanggungjawab, kejujuran, kemandirian, tahan uji, kreatif, produktif dan emansipatif.
Lebih lanjut, Mahfud menyampaikan terkait dengan konsepsi konstitusi tentang mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut, maka dijumpai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan dalam pendidikan kita, semestinya dikembalikan berdasarkan 3 dasar prinsip keilmuan. Ketiga prinsip itu: pertama, ilmu itu bersifat integral, tidak dikotomis; kedua, ilmu di dalam penerapannya harus memihak atau tidak netral; ketiga, kebenaran ilmiah bukan berdasarkan otak dan logika belaka, sebab bisa saja bersumber dari hal-hal yang tidak logis.
Ilmu tidak dikotomis maksudnya pengembangan iptek integral antara ilmu agama dan ilmu umum. Semua ilmu bersumber dari agama, sehingga tidak seharusnya terjadi pemisahan anatara ilmu agama dan non agama. Ilmu harus memihak maksudnya iptek harus memihak kepada keselamatan dan kesejahteraan umat manusia. “Kebenaran ilmiah bukan berdasarkan otak atau logika saja. Banyak fakta kebenaran itu berasal dari hal-hal diluar logika atau ghoib. Tidak semua hal bisa dihitung secara matematika dan eksak, sebab akal manusia terbatas, “ ujar Mahfud.
Dekan Pascasarjana IPB, Prof. Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro melaporkan jumlah mahasiswa baru pascasarjana IPB tahun 2010 mencapai 1037 orang dari 1086 pelamar. “Mahasiswa pascasarjana berasal dari berbagai instansi dan berbagai penjuru. Terima kasih atas kepercayaannya memilih IPB sebagai perguruan tinggi tempat Anda meningkatkan kapasitasnya,” ucap Prof. Khairil. (A-122) ***
PT itu menurut buku resep
PT itu menurut buku resep masakan bisa diartikan Perguruan Tinggi dan/atau Perseroan Terbatas. Maka tidak salah jika PT pada penerimaan mahasiswa baru, senantiasa mematok harga penerimaan. Semakin tinggi nilainya semakin berpeluang untuk diterima. Bisa jadi yang benar berprestasi, tetapi tidak mampu membeli tiket masuk, maka harus menerima kenyataan pahit.
MELAHIRKAN dan MENCETAK tak terlalu sulit dan tidak perlu dijabarkan disini. Yang amat berbeda dan tidak semudah membalikan telapak tangan adalah "MENJADIKAN"...
Dunia Usaha & Dunia Industri (DUDI) membutuhkan sdm berkualitas cukup banyak. Hanya saja antara DUDI dan Lembaga Pendidikan tidak pernah "seiring sejalan". Disatu sisi asal melahirkan dan mencetak. Disatu sisi DUDI semakin ketat dalam menerima dan menempatkan.
"Korupsi" ekses lingkungan, peluang dan mental. Yang jelas di DUDI, paling banter korupsi waktu. lebih dari itu, diturunkan disetasiun berikutnya..
PT. sejatinya tidak
PT. sejatinya tidak melahirkan para koruptor, namun memang dapat diterima kalau pelaku korupsi adalah sebagian besar para sarjana. Nah rangking saja dari PT mana yang terbanyak lulusannya menjadi koruptor setelah berada di masyarakat.
Kalau hanya menuding PT itu
Kalau hanya menuding PT itu tidak benar.
Korupsi itu kesalahan semuanya.
Watak seseorang ditentukan oleh pendidikan dirumah,disekolah dan lingkungan.
Menurut saya,bila seseorang korup itu yang salah adalah:
1.Orang Tua Koruptor tsb.,yang tak benar dalam mendidik.
2.Guru di sekolah,dari SD samapi dia tamat di Peguruan Tinggi.
3.Guru/penuntun agama,yang tidak menanamkan akhlak dan perilaku yang baik.
Post new comment