Enam Guru Berprestasi Raih Penghargaan TIK
JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) telah menetapkan sebanyak 132 guru berprestasi, berasal dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, enam guru di antaranya berhasil meraih penghargaaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Pemberian penghargaan diserahkan secara langsung oleh Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Kemdiknas Baedhowi pada “Intel Education Awards 2010” di Gedung A Kemdiknas, Senayan, Jakarta, Senin (16/8). Hadir antara lain Director of Corporate Affairs Intel Indonesia Corporation Imelda Adhisaputra.
Keenam peraih penghargaan itu terdiri dari juara pertama Emilda Sulasmi (Provinsi Bengkulu), juara kedua Abdul Hakim (Provinsi Kalimantan Timur), dan juara ketiga Lidiya Muthmainnah (Provinsi Banten). Kemudian, juara harapan I, II, dan III berturut-turut adalah Dian Rakhmi Dianti (Provinsi Banten), Sadiman (Provinsi Sumatera Selatan), dan Sri Hendrawati (Provinsi Jawa Barat).
Para pemenang ini dinilai telah berhasil mengintegrasikan teknologi dan mengembangkan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning).
Dirjen PMPTK Kemdiknas Baedhowi menuturkan, para guru yang menjadi pemenang merupakan perwakilan yang diseleksi mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan provinsi, mulai jenjang TK, SD, SMP, dan SMA, termasuk madrasah. Dia mengatakan, kriteria khusus guru yang mengikuti seleksi minimal memiliki masa kerja delapan tahun.
"Kriterianya ada dua yaitu bagaimana mengemas dan mempraktikkan dilihat dari RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran ) semacam proposal, tetapi khusus dari segi pemanfaatan TIK," ujarnya.
Director Corporate Affairs Intel Indonesia Corporation Imelda Adhisaputra menuturkan, para pemenang dinilai dari cara mereka mengintegrasikan teknologi informasi terhadap metode pembelajaran dan cara melibatkan para murid dalam pembelajaran. Ajang Intel Education Awards ini merupakan yang kedua kalinya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Nasional karena memberikan kesempatan pada Intel untuk dapat berperan serta dalam memajukan mutu pendidik dan pendidikan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, pemenang pertama Emilda Sulasmi yang tercatat sebagai guru Taman Kanak-Kanak di Kota Bengkulu itu menuturkan, dirinya menggunakan media komputer sebagai basis pembelajaran untuk mengenalkan huruf berbasis multimedia. "Anak-anak sangat tertarik dengan media ini," katanya. (A-94/das)***
Selamat semoga senantiasa
Selamat semoga senantiasa sehat, sukses dan sejahtera.
Nun entah berapa total jumlah Guru di Republik. Baik yang PNS atau belum. Baik Negeri atau Swasta. Dengan 132 orang Guru yang berprestasi. Berapa persennyakah 132 itu dari total jumlah Guru.
Maaf bukan menyudutkan..
Bila total jumlah Guru se-Republik adalah 1000, belum mencapai 50% nya. Bila total 10.000, jauh dari 50%. Bila total 100.000, semakin jauh dari 50% nya. Sungguh memprihatikan.
Tentu berbagai faktor penyebab. Meski tidak tahu tolok ukur yang dipakai ; Mengapa ybs berprestasi, yang lain tidak berprestasi.
Melahirkan atau Mencetak menurut buku resep masakan jauh lebih sulit ketimbang MENJADIKAN (dengan tanpa perlu diurai disini).
Bumbu, standar resep, bahan baku, kebijakan dari Pusat. Sama itu idem
Berbeda pada lokasi pengolahan. Kota, Desa dan bisa jadi di pelosok nun jauh disonoh (bukan disana). Bisa jadi pula para Chef berimprovisasi membumbui. Atau murni sesuai juklak adanya.
Dari sepasang pria dan wanita, selanjut dapat melahirkan (nge-PRINT). Menjadikan...?!!
Dunia Pendidikan melahirkan, mencetak atau meluluskan. Misal pada Sekolah Menengah Kejuruan. Belum lagi Perguruan Tinggi. Bak sebuah Pabrik SDM, dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) adalah UseR-nya.
Bisa jadi belum seiring sejalan sebahasa dan sepengertian (4S). Lapangan kerja cukup banyak tersedia namun kian komplek, menuntut sdm yang berkualitas (capable & acceptable max pro).
Bukan karena bodoh atau pintar. Juara kelas atau bukan Juara. Bukan pula dari Sekolah Unggulan, Favorit, Standar Nasional dan apapun judulnya.
Bukan semata jadi beban para Kepala Sekolah, Guru dan Penjaga Sekolah, tanggung jawab MENJADIKAN..
KementriaN, DewaN PendidikaN, KomitE SekolaH, SekolaH, Orang tuA dan LingkungaN.
How itu bagaimana MENJADIKAN, MENJADIKAN BAGAIMANA how..?
Putera puteri bangsa itu Aset, harus menjadi sosok yang CAPABLE & ACCEPTABLE MAX PRO disegala lapangan dan bidang pekerjaan, dengan situasi kondisi yang ada. Super..
Tidak semudah memecahkan telur ayam lantas didadar dan dibumbui..
24 Desember 1945, sebuah negara di Asia ditimpuk BOM ATOM.. Hancur lebur luluh lantak menjadi debu
Selang beberapa tahun BANGKIT dan mampu bersaing ketat dengan negara-negara maju lainnya. Super..
65 tahun usia kemerdekaan Republik.
HOW itu BAGAIMANA..
ni infonya kok ga sampai ke
ni infonya kok ga sampai ke sekolah swasta ya? kok kami gak tahu program ini?padahal di bandung
Inilah contoh guru yang
Inilah contoh guru yang profesional, walaupun belum tentu mendapat tunjangan sertifikasi yang selama ini di perebutkan oleh guru-guru secara nasional...Majulah pendidikan Indonesia.
Selamat berprestasi....buat
Selamat berprestasi....buat guru kreatif, anda layak menjadi bintang..... !
Post new comment