Jumat, 10 Feb, 2012

Portal Lain Menu

Sebanyak 60% di Antaranya Sudah Memutih

Kematian Karang di Indonesia Akibat Fluktuasi Suhu

BANDA ACEH, (PRLM).- Wildlife Conservation Society (WCS) telah merilis pengamatan awal lapangan yang menunjukkan bahwa kenaikan dramatis suhu permukaan di perairan Indonesia telah mengakibatkan peristiwa pemutihan besar-besaran yang telah menghancurkan populasi karang.

Para pakar biologi laut dari WCS Indonesia Program "Unit Tanggap Cepat" telah dikirim untuk menyelidiki laporan pemutihan karang pada bulan Mei di Aceh. Survei awal yang dilakukan tim ini mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen karang telah memutih.

Pemutihan karang terjadi ketika ganggang yang hidup dalam jaringan karang hilang, merupakan indikasi stres yang dipicu faktor lingkungan, seperti fluktuasi suhu permukaan laut. Tergantung pada banyak faktor, karang yang memutih dapat pulih kembali mati.

Pemantauan berikutnya yang dilakukan pakar ekologi kelautan dari WCS, Universitas James Cook (Australia), dan Universitas Syiah Kuala telah selesai awal bulan Agustus, dan mengungkapkan salah satu peristiwa kematian karang yang paling cepat dan parah yang pernah tercatat. Para ilmuwan menemukan bahwa 80 persen spesies telah mati sejak penilaian awal dan banyak koloni diperkirakan mati dalam beberapa bulan ke depan.

"Ini adalah pembangunan yang mengecewakan mengingat kenyataan bahwa karang yang sama terbukti tahan terhadap gangguan, termasuk akibat Tsunami di Samudera Hindia tahun 2004," kata Direktur WCS Program Kelautan Indonesia, Dr Stuart Campbell, seperti dikutip ScienceDaily, Selasa (17/8). (Aya/kur)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR