Pusat Perbelanjaan Dipadati Pengunjung

BANDUNG, (PRLM).- Masyarakat Kota Bandung menyambut peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan RI hari ini dengan berbagai cara. Berdasarkan pemantauan "PRLM", Selasa siang (17/8), para PNS dan pelajar mengawali kegiatan hari ini dengan mengikuti upacara bendera.
Karena merupakan libur nasional, sejumlah kawasan bisnis seperti di Buah Batu dan Asia Afrika tampak sepi. Akan tetapi, beberapa mall dipenuhi pengunjung seperti di Griya Buah Batu, Yogya Kepatihan, dan BIP. Sejumlah warga memilih untuk menghabiskan libur hari kemerdekaan ini dengan mendatangi pusat perbelanjaan. Apalagi, peringatan kali ini bertepatan dengan bulan Ramadan. "Sekalian ngabuburit, saya dengan teman-teman main ke sini," kata Nurmaya, salah seorang pengunjung mall BIP, Bandung kepada "PRLM", Selasa (17/8).
Animo masyarakat terhadap kunjungan ke mall cukup tinggi juga dipengaruhi oleh program potongan harga, mulai 20 sampai dengan 50 persen. Bahkan,untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI, sejumlah toko seperti di kawasan Kepatihan, memberikan potongan ekstra sebesar 17 persen. "Ini kesempatan untuk menyetok baju buat Lebaran," kata Nenny, warga Ciateul, Bandung.
Namun demikian, tidak semua warga semangat menyambut peringatan 17 Agustus ini. Adi, warga Buah Batu, mengatakan, makna peringatan 17 Agustus baginya tidak lebih dari acara seremoni belaka. Bahkan, peringatan hari kemerdekaan sejak beberapa tahun terakhir ini maknanya semakin tidak jelas akibat budaya konsumerisme yang mewabah di kalangan masyarakat. "Semuanya kini dikomersialisasi. Lihat saja, toko-toko beriklan sebegitu besarnya untuk mendorong masyarakat belanja. Ini kan bertentangan dengan inti hari kemerdekaan itu sendiri," katanya.
Seharusnya, momentum perayaan kemerdekaan ini bukan dipakai untuk memuaskan nafsu konsumtif. Sementara di pihak lain, kondisi Kota Bandung makin parah, sampah bertebaran di mana-mana, jumlah gelandangan dan pengemis bertambah, kemacetan di hampir semua sudut jalan. "Sungguh menyesakkan dan memprihatinkan. Tapi, tidak ada upaya serius untuk mengubahnya. Momentum peringatan kemerdekaan pun jadi tidak bermakna," ujarnya. (A-133/A-147)***
Orang Indonesia termasuk
Orang Indonesia termasuk urang Sunda belum merdeka karena masih dijajah oleh nafsu belanja..materialisme dan konsumerisme udah meracuni otak banyak orang kita
Post new comment