Pegawai PT KA Daop V Purwokerto Gelar Istigatsah

PURWOKERTO,(PRLM).-Masinis, juru periksa jalan rel kereta api (KA) dan jajaran pegawai PT KA Daop V Purwokerto menggelar istigatsah, memohon keselamatan agar selama masa angkutan lebaran tidak terjadi gangguan dan musibah.

Acara istigatsah. diselenggarakan di Masjid Nurulhuda, yang berada di lingkungan kantor Daop V Purwokerto Selasa (10/8). "Kita menyelenggarakan acara istigatsah, karena kita sedang punya hajat besar. Memohon kepada yang kuasa untuk agar selama bulan puasa dan pada musim arus mudik dan balik selama lebaran nanti, tidak terjadi gangguan dan musibah perjalanan KA," kata Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Surono.

Acara istigatsah diikuti oleh sekiar 100 orang seperti masinis juru periksa jalan dan seluruh jajaran staf yang bekerja di lingkungan Daop V dan pegawai stasiun Purwokerto.

Istigatsah digelar mengingat wilayah operasional Daop V berada di sepanjang jalur KA sejak Stasiun Kutoarjo hingga Prupuk yang rawan bencana.

Hasil inventarisir diwilayah Daop V terdapat 12 titik rawan bencana longsor, ambles dan banjir berada di jalur KA selatan dan tengah. "Apalagi, BMG memperkirakan iklim cuaca selama lebaran masih berada pada iklim basah, dimana curah hujan memungkinan masih bisa turun,"jelasnya. (A-99/kur)***

Baca Juga

Morotai Bakal Disulap Jadi Wisata Kelas Dunia

MOROTAI, (PR).- Simsalabim, abrakadabra! Morotai, Maluku Utara bakal disulap menjadi destinasi wisata kelas dunia. Levelnya akan didorong sejajar dengan beragam kota wisata dunia satu level dengan Dubai, Abu Dhabi, Hongkong dan Singapura yang sukses dengan statusnya sebagai Hub Countries.

Dapat Wajar Dengan Pengecualian, LKPP Punya 6 Masalah

JAKARTA, (PR).- Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2015 kembali mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ada enam masalah yang ditemukan BPK saat memeriksa LKPP 2015 yang menjadi pengecualian atas kewajaran LKPP.

Laporan Lion Air Salah Alamat

JAKARTA, (PR).- Langkah Lion Air mempolisikan Dirjen Perhubungan Udara, Suprasetyo ke Bareskrim Polri karena dijatuhkan sanksi akibat salah menurunkan penumpang, dinilai salah alamat.