Polri Akan Tindaklanjuti Pidana Pemilu
JAKARTA, (PRLM).-Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengharapkan supaya dinamika politik yang terjadi dalam beberapa pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) menjadi hikmah yang harus disikapi dengan perbaikan ke depan. Selama tujuh bulan pertama di tahun 2010, 11 dari 174 pemilukada berlangsung dengan diwarnai dinamika politik dengan beberapa kerusuhan.
Ia mengatakan itu saat acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Mahkmah Kosntitusi (MK) dengan Polri di Gedung MK, Jl. Medan Merdeka Barat Jakarta, Selasa (10/8). "Kejadian itu menjadi hikmah yang harus kita sikapi dalam pemilukada berikutnya," ujarnya.
Bambang menyatakan, berdasarkan catatan Polri, sepanjang tahun 2010, sudah digelar 174 pemilukada dari 244 pemilukada yang dijadwalkan terselenggara pada tahun ini. Dari 244 itu, sebanyak tujuh merupakan pemiliha gubernur, 202 pemilihan bupati, dan 35 pemilihan walikota.
"Sudah berlangsung kondusif di 163 daerah, sementara di 11 daerah ada dinamika," kata Bambang. Daerah itu antara lain Kab. Ketapang, Kab. Mojokerto, Kab. Toli-toli, Kab. Bima, Kab. Tana Toraja, Kab. Sopeng, Kab. Seram,, dan Kab. Gowa. Karenanya Polri akan menindaklanjuti pidana pemilu yang bukti-buktinya terkuak dalam pengadilan MK demi menegakkan supremasi hukum, memberikan kepastian hukum, dan keadilan. (A-160/kur)***
Post new comment