Rencana Pemekaran Belum Kaji SDM dan SDA

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Wakil Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, M.M., tak menampik pengajuan pemekaran Sukabumi utara cenderung hanya dilatarbelakangi karena luas wilayah. Sementara potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) tidak dikaji secara mendalam. Padahal, jika tujuan pemekaran itu untuk menyejahterakan masyarakat, justru potensi SDM dan SDA itu harus menjadi prioritas.

“Memang kita akui, kecenderungan motivasi dari pemekaran ini hanya karena wilayah Kab. Sukabumi ini sangat luas sehingga perlu dibagi-bagi menjadi beberapa daerah pemekaran. Akan tetapi, justru yang paling penting harus diperhatikan, apakah SDM dan SDA-nya bisa menunjang pemekaran tersebut atau tidak? Kalau SDM dan SDA-nya tidak dikaji, saya pesimis pemekaran Sukabumi utara ini bisa membawa masyarakat sejahtera,” kata Marwan.

Menurut dia, tujuan awal pemekaran itu untuk meningkatkan sekaligus mempercepat fungsi pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Pasalnya, dengan jarak yang relatif jauh antara pusat pemerintahan kabupaten dan kantor-kantor kecamatan dengan lingkungan masyarakat, dinilai sulit untuk melakukan pelayanan secara efektif dan efisien. “Tujuan pemekaran seperti itu, memang tidak salah, tapi tidak seratus persen benar. Sebab kalau pertimbangannya supaya mendekatkan pelayanan saja, bisa dibentuk kembali semacam keresidenan yang dipercaya mengelola anggaran,” kata Marwan.

Hal lain yang sangat penting perlu dipikirkan, lanjut dia, yakni potensi SDM dan SDA yang ada di kabupaten induk maupun di daerah pemekarannya. Sebab bila SDM masyarakatnya sudah terdidik dan terbina untuk mengelola berbagai kegiatan yang bisa menghasilkan pendapatan untuk daerah, akan mempercepat pembangunan yang maju. Termasuk SDM masyarakat yang punya komitmen memperjuangkan berhasilnya pemekaran daerah. “Kalau tidak didukung oleh SDM yang cerdas dan punya kemauan besar untuk membangun daerah, pemekaran bukan jadi solusi untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Begitu pula dengan SDA. Jika di daerah pemekaran atau kabupaten induknya sendiri tidak memiliki SDA yang bisa menyumbangkan pendapatan, perekonomian masyarakat pun tidak akan meningkat. Apalagi dari sisi SDA, antara kabupaten
induk yakni Kab. Sukabumi dengan Sukabumi utara terjadi kesenjangan yang sangat mencolok. Ironisnya lagi, justru SDA di wilayah kabupaten induknya sendiri yang meliputi Sukabumi selatan, sangat minim. Sebaliknya, Sukabumi utara potensi SDA-
nya cukup besar bahkan menjadi penyumbang pendapatan terbesar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Sukabumi sekarang ini.

“Seandainya Sukabumi utara dilepas menjadi daerah otonom, diyakini akan langsung hidup dan pembangunannya akan berkembang maju. Sebab wilayah Sukabumi utara banyak pabrik-pabrik industri penghasil PAD terbesar untuk Kab. Sukabumi sendiri,” kata Marwan.

Masalahnya, tambah dia, justru terletak di kabupaten induk. Ketika Sukabumi utara dilepas, justru kabupaten induk tidak punya lagi penghasil PAD andalan. Sebab di Sukabumi selatan, relatif minim SDA. Ditambah lagi, SDM-nya rata-rata rendah. “Oleh karena itu, pertimbangan pemekaran ini harus menyeluruh dengan melihat berbagai sisi. Seperti luas wilayah, potensi SDM dan SDA-nya, termasuk komitmen masyarakatnya sendiri,” ucapnya. (A-67/A-147)***

Baca Juga

Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Puluhan pedagang daging sapi di Pasar Induk Cikurubuk Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Minggu (2/8/2015) melakukan mogok berjualan. Mereka menuntut kepada pemerintah untuk menstabilkan harga daging sapi.

Ali Surahman Daftarkan Gugatan Pra-peradilan

JAWA BARAT
CHEFY Pamungkas (duduk) Pengacara Ali Surahman tersangka dugaan korupsi PT Sang Hyang Sri, sedang menyerahkan berkas perkara pra peradilan terhadap Kejaksaan Negeri Majalengka ke Pengadilan Negeri Majalengka, Senin (3/8/2015).*

MAJALENGKA,(PRLM).- Tersangka korupsi dana CSR PT Sanghiang Seri, Ali Surahman melalui pengacaranya Chefy Pamungkas datangi Kantor Pengadilan Negeri Majalengka untuk melakukan gugatan pra-peradilan terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka, Senin (3/8/2015).

Warga Kompleks Translok Batu Sipat Mandiri Krisis Air Bersih

JAWA BARAT
Warga Kompleks Translok Batu Sipat Mandiri Krisis Air Bersih

KUNINGAN, (PRLM).-Ratusan kepala keluarga warga kompleks permukiman transmigrasi lokal di Dusun Batu Sipat Mandiri, Desa Mekarjaya, Kabupaten Kuningan, pada musim kemarau ini kembali dilanda masalah kekurangan air bersih.

PNS Dituntut Netral

JAWA BARAT

INDRAMAYU, (PRLM).-Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Ahmad Bachtiar mengimbau seluruh pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu agar menjunjung profesionalitas dan netralitas.