Terkait Banyaknya Tabung Gas Meledak

Penjualan Minyak Tanah Kembali Meningkat

USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
IRIANTO (49) penjual minyak tanah nonsubsidi duduk sembari menunggu pelanggannya di tokonya di Kampung/Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.*

SOREANG, (PRLM).- Makin banyaknya kasus ledakan yang ditimbulkan tabung gas isi 3 kg, membuat sebagian masyarakat kini kembali melirik penggunaan kompor yang menggunakan minyak tanah. Dampaknya, terjadi peningkatan permintaan akan minyak tanah di sejumlah pangkalan.

Irianto (49) penjual minyak tanah nonsubsidi di Kampung/Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, mengakui jika barang dagangannya kini banyak dicari masyarakat. Menurut dia, beberapa hari belakangan penjualan minyak tanah kembali meningkat. Jika sebelumnya hanya mampu menjual 15 liter per hari, kini bisa terjual 25 liter untuk pembeli eceran. Sementara, untuk pedagang keliling biasa bisa melayani 30 liter, kini mereka bisa memesan 50 liter per hari.

Irianto mengungkapkan, untuk pembeli eceran dirinya menjual minyak tanah nonsubsidi dengan harga Rp 8.000,00/liter. Sedangkan untuk pedagang keliling minyak tanah nonsubsidi dijual dengan harga Rp 7.300,00 liter. "Lumayan lah, penjualan beberapa hari ini cukup banyak. Mungkin hal itu pengaruh dari kasus ledakan tabung gas yang makin banyak terjadi. Masyarakat jadi kembali melirik ke minyak tanah," ujarnya. (A-191/A-147)***

Tambah Komentar

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.