Masyarakat Kab. Sukabumi Jangan Terpancing Isu SMS

SUKABUMI, (PRLM).- Masyarakat Kabupaten Sukabumi diharapkan tak terpancing isu yang disebarkan lewat SMS mengenai penculikan anak. Kepala Kepolisian Resort Sukabumi, Ajun Komisaris Besar Drs. Herukoco, M.Si. mengungkapkan hal itu di Sukabumi, Jumat.

Sepert diketahui dalam SMS itu disebutkan, para pelakunya sudah bergerak menjalankan aksinya di wilayah Kab. Cianjur dan Kab. Sukabumi. Bahkan dari informasi yang berkembang, motif kasus penculikan anak itu diduga para pelakunya sengaja membunuh korbannya yang rata-rata anak kecil, lalu mengambil organ tubuhnya untuk diperjualbelikan.

Mengingat tidak ada laporan, lanjut Herukoco, SMS itu cenderung sebatas isu belaka yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Akan tetapi, ada sisi baik dan buruknya dengan penyebaran SMS berantai tersebut. Segi baiknya, kegiatan piket dan patroli para petugas kepolisian semakin diintensifkan lagi. Sementara sisi buruknya, SMS itu telah membuat masyarakat resah.

“Terkait dengan merebaknya isu SMS itu, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kab. Sukabumi supaya tidak terpancing dengan isu yang belum terbukti kebenarannya. Masyarakat, jangan menyimpan rasa takut yang berlebihan sehingga mengganggu aktivitas sehar-hari. Akan tetapi, kewaspadaan dan upaya pencegahan perlu tetap dilakukan. Para orang tuanya harus senantiasa mengawasi dan menjaga anak-anaknya, terutama ketika sedang berada di luar rumah,” tutur Herukoco.

Ia tak memungkiri, kasus-kasus seperti itu memang terjadi di Indonesia. Kasus tersebut tergolong kasus trafficking (perdagangan anak) dengan cara anaknya diculik lalu organ tubuhnya diperjualbelikan. Kasus jual beli organ tubuh itu, bisa dilakukan antar kota bahkan antar negara. “Tapi di Sukabumi, tidak sampai terjadi kasus seperti itu, termasuk di wilayah Jawa Barat. Seandainya tindak kejahatan itu memang terjadi hingga merebak dimana-mana, pasti Mabes Polri pun akan memerintahkan setiap polda dan polres untuk menindaknya dan menyelidiki kasus tersebut,” ujarnya.

Menyinggung SMS dari masyarakat yang menginformasikan bahwa gara-gara isu SMS itu diduga ada sekolah di daerah Pajampangan yang sengaja meliburkan murid-muridnya, ia menyebutkan, untuk mengatasi situasi keresahan dan kepanikan masyarakat, pihaknya akan meminta kepada para kapolsek untuk memberikan himbauan kepada masyarakat.

Selain itu, berupaya menenangkan warga supaya tidak termakan oleh isu SMS tersebut. “Para kapolsek harus menyampaikan situasi sampai saat ini kondusif dan masyarakat jangan terpancing isu. Akan tetapi, polisi pun harus mengawasi dan melakukan pencegahan dengan melakukan patroli,” kata Herukoco. (A-67/A-26).***

Tambah Komentar

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.