Pendidikan Pesantren Bisa Jadi Penyeimbang Kekuatan Intelektual dan Moral
BANDUNG, (PRLM).- Perguruan tinggi, terutama Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dan dunia pendidikan secara umum sebaiknya tidak jauh meninggalkan sistem pendidikan pondok pesantren. Di tengah arus komunikasi global, sistem pendidikan pesantren bisa menjadi penyeimbang antara kekuatan intelektual dan moral generasi muda bangsa.
Demikian diungkapkan Menteri Agama RI, Suryadharma Ali seusai meresmikan gedung Ma'had Al-Jami'ah di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Cibiru, Kota Bandung, Jumat (30/7).
Saat ini, ujar Suryadharma, tidak sedikit kasus yang terjadi di dunia pendidikan telah menunjukkan terjadinya pergeseran moral akibat paradigma kebebasan demokrasi dan sosial politik. "Tidak sedikit kasus mahasiswa melawan dosen atau murid melawan guru. Namun saya belum pernah mendengar santri melawan ustad," ungkapnya.
Suryadharma mengatakan, berbagai akses negatif dari perkembangan teknologi dan komunikasi juga bisa ditepis oleh pembangunan karakter yang kuat berbasis sistem pendidikan pesantren. “Perkembangan teknologi tetap harus diikuti, tapi sisi negatifnya harus kita saring. Cara terbaik adalah membentuk karakter anak didik yang memiliki kekuatan moral dan intelektual seimbang,” tuturnya.
Terkait dengan pendirian gedung Ma'had Al-Jami'ah UIN SGD, Suryadharma memandang hal tersebut sebagai solusi untuk peningkatan penguasaan keagamaan mahasiswa UIN. “Dengan berubah status menjadi UIN, latar belakang kemampuan keagamaan mahasiswa yang masuk beragam. Untuk itu perlu wadah untuk menggembleng mereka secara intensif,” ungkapnya.
Sementara itu Rektor UIN SGD, Prof. Nanat Fatah Natsir mengatakan, Ma'had Al-Jami'ah akan digunakan untuk pendidikan intensif mahasiswa UIN di tahun pertama. “Mereka akan diberikan pendalaman ilmu integratif yang meliputi penguatan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Kewirausahaan, Iptek, dan Matematika,” tuturnya.
Menurut Nanat, Ma'had Al-Jami'ah yang baru selesai dibangun tersebut berdiri di atas lahan seluas 1.400 meter persegi dengan luas bangunan 1.344 meter persegi. “Bangunan terdiri dari empat lantai dengan 20 kamar yang masing-masing bisa menampung delapan sampai sepuluh mahasiswa,” ujarnya. (A-178/das)***
Baguslah githu, kan di UIN
Baguslah githu, kan di UIN rata-rata mahasiswanya Orang kampung jiga simkuring dulu, jadi kalau di buat Ma'had, kegiatan Mahasiswa akan semakin intens.
tapi ngomong-ngomong dimana tempatnya.? yang deket Fakultas Syari'ahnya..?
sok kasadayana Mahasiswa Baru, gunakanlah fasilitas ini dengan baik dan benar untuk perubahan dri kita menuju manusia yang bermartabat di sisi Agama dan Negara...
Post new comment