Galian Kabel Serat Optik Dihentikan

CIAMIS, (PRLM).- Petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan Ciamis , Satpol PP dan Dinas Bina Marga menghentikan penggalian kabel serat optik milik salah satu penyedia layanan telefon selular. Pengerjaan kegiatan tersebut disebutkan tidak berkoordinasi dengan pemeritah daerah setempat.

Kepala Seksi Trantib Satpol PP Ciamis Chartiya Saly mengatakan bahwa tindakan tegas tersebut diambil karena pengerjaan penggalian badan jalan maupun trotoar, tidak berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Selain itu proses penggalian maupun penimbunan kembali dinilai dilaksanakan asal-asalan.

"Semestinya setelah digali dan kembali ditimbun dengan baik, ini terkesan asal-alasan. Akibatnya pengguna jalan menjadi tidak nyaman, masyarakat menjadi terganggu," tuturnya.

Dia mengatakan beberapa ruas jalan yang digali untuk pemasangan kabel serat optik, di antaranya Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Yos Sudarso, serta Jalan Stasiun. Timbunan material bekas penutupan lobang masih banyak yang teronggok sehingga mirip gundukan tanah.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Ciamis Supena menilai proses penimbunan bekas galian kabel serat optik, terkesan hanya sebatas menutup lubang. Timbunan material bekas galian masih banyak yang dibiarkan berceceran, sehingga mengganggu pengguna jalan.

"Mestinya setelah ditimbun harus dikembalikan pada keadaan lebih baik dari semula. Kesanggupan untuk mengembalikan atau memperbaiki juga sudah ada dalam berita acara. Pengerjaan pengembalian pada kondisi yang lebih baik, kesannya lambat," ujarnya.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perhubungan Ciamis, Dadi Herdiana mengungkapkan bahwa pelaksana maupun pemilik projek belum melakukan koordinasi dengan Dishub maupun Bina Marga. Dia mengatakan bahwa sebelum melakukan pemasangan kabel serat optik, pihak pelaksana atau pemilik projek selayaknya terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

"Dengan demikian kami juga dapat mengetahui lokasi mana saja yang akan digali atau dikerjakan. Apalagi yang digali adalah badan jalan dan trotoar, sehingga langsung atau tidak langsung menganggu pengguna jalan. Dan pengerjaan yang tidak sempurna, membuat masyarakat menjadi tidak nyaman," tuturnya. (A-101/A-26).***

Komentari di Facebook !