Persamaan Aljabar Mudahkan Belajar Akuntansi

YOGYAKARTA, (PRLM).- Matematika jenis persamaan aljabar menjadi metode pengajaran yang mampu mempermudah memahami akuntasi. Metode baru tersebut digagas oleh sejumlah dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dosen Fakultas Ekonomi Akuntansi (FEB) UGM Dr. Sony Warsono, MAFIS menyatakan, persamaan aljabar merupakan pelajaran matematika dasar di sekolah dasar (SD). Ketika diterapkan sebagai basis memahami akuntansi, hasilnya sangat mencengangkan.

Berdasarkan percobaan dalam kuliah di fakultas tersebut, menurut dia, persamaan aljabar bisa mengantarkan mahasiswa lebih cepat memahami dasar-dasar akuntansi dan umumnya merasa bisa lebih mudah belajar ilmu ini. “Hal penting, persamaan aljabar menjadikan mahasiswa antusias dan secara benar memahami akuntansi keuangan,” ujar dia, Minggu (24/7).

Menurut dia metode tersebut termasuk temuan baru. Selama ini pengajaran akuntansi harus mengacu pada model standar. Dari penerapan persamaan aljabar, akhirnya bisa ditarik kesimpulan bahwa metode pengajaran akuntansi harus dibarengi dan diimbangi pengetahuan matematika.

Dari penerapan persamaan aljabar, bisa ditarik pola baru dalam pengajaran akuntansi kepada mahasiswa jangan langsung mengarahkan ke model debet, kredit dan silabus-silabus standar akuntansi. Itu menyulitkan mahasiswa yang tidak memiliki latar belakang mengenal akuntansi.

Penulis buku “Reformasi Akuntansi, membongkar Bounded Rationality Pengembangan Akuntansi” menyatakan para mahasiswa jangan pesimis untuk memasuki ilmu akuntansi dengan adanya temuan pendekatan memahami ilmu ini dengan matematika dasar tersebut. (A-84/das)***

Baca Juga

BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 40 Juta Peserta

JAKARTA, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat langkah besar dengan menggandeng perusahaan CT Corpora, grup perusahaan milik pengusaha Chairul Tanjung.

klaim, asuransi, pencairan dana

Subsidi Nontunai Cegah Penyimpangan Bansos

JAKARTA, (PR).- Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, pemberian bantuan subsidi nontunai dengan melibatkan perbankan akan mempermudah untuk mengontrol, memantau dan mengurangi penyimpangan.