Bandung Incar “3 Besar” Bintang Radio

RENTO HY/"PRLM"
RENTO HY/"PRLM"
Syafira Prami, Bintang Radio RRI Bandung 2010.*

BANDUNG, (PRLM).- Pasca keberhasilan Ruth Sahanaya pada ajang Bintang Radio dan Televisi se Bandung dan diteruskan dengan keberhasilan di tingkat nasional pada tahun 1983, prestasi penyanyi Jawa Barat, khususnya Kota Bandung diajang pemilihan Bintang Radio, tidak pernah lagi muncul.

Kondisi tersebut sangat bertolakbelakang dengan julukan Kota Bandung sebagai gudang seniman maupun barometer seni. “Secara kuantitas, setiap tahun Kota Bandung ataupun Jawa Barat banyak melahirkan seniman ataupun artis baru. Tapi secara kualitas belum mumpuni, mereka muncul tapi tidak mampu bertahan lama manakala ada seniman ataupun artis wajah baru,” ujar Adjie Esa Poetra, salah seorang dewan juri Bintang Radio RRI Bandung.

Karenanya, bersama Pudja Kusuma dan Dodi Isnaeni, pasca terpilihnya Syafira Prami Rachmadita dan Raja Mario sebagai juara Bintang Radio RRI Bandung 2010, Adjie Esa Poetra, bertekad mengulang kejayaan Kota Bandung yang melahirkan penyanyi berkualitas pada Bintang Radio tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Gedung Kesenian Universitas Gajah Mada Yogyakarta, 19-25 Juli mendatang. “Ini merupakan tantangan bagi kami bertiga, kalau pilihan kami bertiga memang tidak salah,” ujar Adjie Esa Poetra.

Dikatakan Adjie, dari 80 orang peserta dari katagori pop wanita dan 63 orang pria pada ajang Bintang Radio RRI Bandung 2010, pihaknya sempat menemui kesulitan untuk menentukan pemenang. Karena kualitas teknik vokal maupun penguasaan panggung semua peserta sangat menguasai dan sudah terbentuk sebagai penyanyi.

Hal senada dikatakan Pudja Kusuma, melihat kualitas vokal Syafira Prami Rachmadita maupun Raja Mario, pihaknya merasa memiliki keyakinan kalau keduanya mampu mengulang sukses senior mereka. “Minimal keduanya mampu masuk dalam tiga besar nasional, bila kualitas dan teknik vokal keduanya mampu dipertahankan seperti sekarang ini,” ujar Pudja, disela-sela pelatihan teknik vokal Syafira Prami Rachmadita dan Raja Mario maupun untuk persiapan ke Yogyakarta.

Sementara Syafira Prami Rachmadita menilai harapan dari Adjie maupun Pudja, sangat beralasan karena sejak kejuaraan serupa tahun 1983, perwakilan Jawa Barat nyaris tidak berhasil menembus babak final. “Secara materi saya sudah siap, karena baik Kang Adjie ( Adjie Esa Poetra) maupun Kang Pudja ( Pudja Kusuma) sudah memberikan pembekalan, baik materi vokal maupun materi buat prefomance,” ujar Syafira.

Namun demikian, diakui Syafira, dirinya mendapatkan beban tambahan dalam ajang Bintang Radio 2010 tingkat nasional . Selain harus memperlihatkan perfomance dan kemampuan pribadi, juga harus memperlihatkan kekhasan anak-anak (musisi) Kota Bandung, serta mampu menembus final. “Ini menjadi beban, tapi saya merasa tertantang untuk menjalaninya,” ujar Syafira. (A-87/A-26).***

Komentari di Facebook !