PDRB Jabar Penyumbang Terbesar Ketiga bagi PDB Nasional

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak seluruh pemangku kepentingan pembangunan di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara untuk menggenjot capaian target laju pertumbuhan ekonomi. Apalagi terbitnya Peraturan Presiden no.5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 menetapkan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di setiap provinsi di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabal Nusra). Hal itu diungkapkannya saat membuka Konsultasi Regional (Konreg) PDRB Jabal Nusra, di Gedung Bappeda Jabar, Rabu (15/7), sebagaimana disampaikan dalam rilis yang diterima "PRLM", Kamis (15/7).

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2010 diperkirakan mencapai 5,8 persen yang merupakan refleksi dari pertumbuhan PDB. Diharapkan pada tahun 2011 target pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6,3 persen. Tentunya untuk mencapai target itu dibutuhkan dorongan dari pertumbuhan ekonomi regional. Sehingga perlunya koordinasi peran, baik dari pusat hingga kabupaten/kota. Dengan demikian menghasilkan akselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi baik skala nasional maupun regional,” ungkap Heryawan.

Menurut Heryawan pelaksanaan Konreg PDRB Jabal Nusra kali ini sangat penting dengan mengusung tema “Pemanfaatan Data PDRB Untuk Meminimalisasi Kesenjangan Ekonomi Antar Daerah dan Antar Sektor dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”. Diharapkan kegiatan ini menghasilkan kesepakatan bersama terkait pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional. Tentunya hal itu diwujudkan melalui keselarasan dan keterpaduan dalam perencanaan pembangunan antarwilayah dan antarsektor di Jabal Nusra.

Berdasarkan data BPS, secara nasional Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Atas dasar Harga Berlaku (ADHB) tahun 2008 mencapai Rp 4.204 triliun. Kondisi itu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi positif di kawasan Asia Tenggara. Dari nilai PDB itu, PDRB Jawa Barat menyumbang 14,33 persen setara dengan Rp 602,4 triliun atau urutan ketiga setelah DKI Jakarta (16,11 persen) dan Jawa Timur (14,78 persen). “Untuk menggenjot PDRB Jawa Barat harus fokus pada penguatan sektor transportasi dan telekomunikasi,” jelas Heryawan. (A-133/das)***

Baca Juga

Pendapatan Perhutani 2014 4,6 Triliun dengan Laba Bersih 380 Miliar

EKONOMI
HANDRI HANDRIANSYAH/PRLM

BANDUNG, (PRLM).-Dalam lima tahun terakhir, Perum Perhutani mengalami kerugian sekitar Rp 44 miliar akibat pencurian dan penebangan kayu ilegal.

Yogya Wajibkan Rusun Miliki Sertifikat Laik Fungsi

EKONOMI

YOGYAKARTA, (PRLM).- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengeluarkan peraturan wali kota yang mewajibkan seluruh rumah susun pertelaan memiliki sertifikat laik fungsi yang diterbitkan wali kota atau pejabat yang ditunjuk yaitu Kepala Dinas Kimpraswil.

Kelompok Kesehatan Penyumbang Inflasi Tertinggi

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Badan Pusat Statistik Jawa Barat mencatat dari tujuh kelompok pengeluaran, yang mengalami inflasi, kelompok kesehatan menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan inflasi sebesar 0,82 persen.

Harga BBM Naik, Nelayan Paling Menderita

EKONOMI

PANGANDARAN,(PRLM).-Kalangan nelayan Kabupaten Pangandaran berharap agar pemerintah memberikan bantuan khusus kepada nelayan, seiring dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak.