Headlines

SMPN 42 Bandung Hanya Dijadikan Batu Loncatan

BANDUNG,(PRLM).-Sekitar lima persen setahun Peserta Didik Baru (PDB) dari jalur akademik di SMPN 42 Bandung bermutasi ke SMPN lainnya. Perpindahan tersebut dikarenakan para orang tua siswa hanya mengejar sekolah favorit sehingga SMPN 42 hanya dijadikan batu loncatan.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Kepala SMPN 42 Bidang Kehumasan, Solichun, saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu(7/7). Menurut dia, mutasi siswa diperbolehkan tapi dengan syarat dia berasal dari sekolah negeri. “Mutasi dari klaster empat ke klaster satu juga tidak apa-apa,” kata Solichun.

Dia menambahkan, pengurangan siswa tersebut sudah diperkirakan akan terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, sampai kelas tiga hanya ada sembilan ruangan padahal pada saat penerimaan peserta didik baru selalu menyediakan sepuluh kelas atau mampu menampung 400 orang.

“Jadi setiap kelas berisi 40 orang dan setiap akhir ajaran baru atau kenaikan kelas, kami kehilangan 20 murid. Perpindahan tersebut bisa terjadi saat kenaikan dari kelas satu ke kelas dua serta dari kelas dua ke kelas tiga,” ujar Solichun.

Lebih lanjut dia menambahkan, tahun ajaran baru 2010 sudah ada 15 orang siswa yang pindah dan itu masih berpeluang untuk bertambah. “Karena penerimaan siswa baru untuk kelas 1 ke kelas 2 masih dibuka pendaftarannya,” katanya.

Selain itu, kadang-kadang ada beberapa siswa yang suka mundur di semester awal.”Tidak banyak sih, antara satu atau dua orang. Mungkin dia ingin pindah ke sekolah negeri lainnya,”

Menurut dia, kecenderungan siswa untuk pindah sekolah berasal dari orang yang bukan dari lingkungan masyarakat sekitar sekolah. “Mereka kebanyakan tinggalnya jauh dari sekolah, jadi setelah kenaikan mereka dipindahkan ke sekolah negeri lainnya yang dekat dengan rumah,” ujar Solichun. (CA-05/kur)***