Jadikan Hari Krida Pertanian sebagai Hari Mawas Diri

JAWA BARAT

KUNINGAN, (PRLM).- Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) tingkat Jawa Barat yang bakal dipusatkan di Open Space Galery Linggarjati Kuningan, Rabu (30/6) mendatang, diharapkan menjadi hari bersyukur sekaligus sebagai hari untuk mawas diri bagi seluruh stake holder insan pertanian, terhadap kehilapan, kelemahan serta kekurangan yang telah dilakukan pada masa-masa sebelumnya dalam pengelolaan sumber daya pertanian.

“Dalam 10 tahun terakhir, tidak sedikit sumber daya lahan pertanian dan sumberdaya lainnya mengalami kemunduran, kerusakan sehingga mengakibatkan tidak optimalnya pengembangan potensi sumberdaya yang dibutuhkan manusia,” kata Panitia Hari Krida Pertanian tingkat Jawa Barat, yang disampaikan Ir. H. Dodi Nurochmatudin, MP, kepada “PRLM”, Senin (28/6).

Menurut H. Dodi yang juga menjabat Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kab. Kuningan, ketidak-arifan dan ketidak-bijaksanaan manusia dalam menggunakan teknologi, memberi efek rusaknya tatanan kehidupan mahluk lainnya.

Ia mencontohkan, dalam penggunaan pestisida yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan, penggunaan pupuk buatan yang melebihi rekomendasi anjuran, penggunaan bahan lain yang bukan peruntukannya seperti penggunaan peledak, racun, strum dalam pencariaan ikan, tentu akan berdampak menimbulkan kematian jenis-jenis ikan lain, matinya jasad-jasad hidup serta rusaknya habitat hidup ikan serta satwa lain.

“Untuk itu, melalui moment Hari Krida Pertanian saatnya semua pihak melakukan renungan untuk mengakui dan menyadari kekurangan, kelemahan serta berjanji untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang," harapnya.

Kab. Kuningan tahun ini mendapatkan kepercayaan sebagai penyelenggara Peringatan Hari Krida Pertanian ke 38 tingkat Provinsi Jawa Barat dengan mengambil tempat penyelenggaraan utama di lokasi Open Space Galery Linggarjati Kuningan, mulai 30 Juni sampai 2 Juli mendatang.

Hari krida yang akan diisi dengan diskusi para petani dan nelayan, pameran, lomba ketangkasan dan keterampilan para petani itu, akan dihadiri utusan dari kabupaten dan enam pemerintahan kota yang diperkirakan berjumlah 893 orang, terdiri dari 293 perserta dan pendamping, 500 orang undangan dan 100 orang panitia. (A-164/das)***

Baca Juga

Kasus Pernikahan Dini di Indramayu Diduga Tertinggi di Indonesia

JAWA BARAT

INDRAMAYU, (PRLM).- Angka pernikahan dini di Kabupaten Indramayu diduga tertinggi di Indonesia, di samping angka perceraiannya. Meskipun demikian, angkanya cenderung menurun dari tahun ke tahun.

Bandara Mudahkan Mobilitas Wisatawan di Priangan Timur

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan usia pelaksanaan Rapat Koordianasi dan pembahasan MoU Bandara Komersil di Balai Kota, didukung Pemimpin Daerah di Priangan Timur.

Di Tasikmalaya, Shalat Berjamaah Jadi Tiket Main Futsal

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Anjuran untuk melaksanakan sholat berjamaah tepat waktu diterapkan warga Kampung Gunung Cariu Kelurahan Cibuni Geulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya dengan tidak boleh menggunakan pasilitas lapangan futsal.

Walikota Sukabumi Dituduh Langgar UU

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Walikota Sukabumi, Mohamad Muraz dituduh telah melanggar Undang-Undang (UU) Republik Indonesia No 38/2004 tentang jalan.