Kesenian Badawang Diharapkan Jadi Ikon Baru Kota Bandung

SHOWBIZ
KEHADIRAN kesenian Badawang selain turut memeriahkan acara "Festival Ujungberung ke-6" yang diselenggarakan di Alun-alu Kota Kecamatan Ujungberung, juga diharapkan menambah khasanah kesenian dan menjadi ikon baru kesenian asal Ujungberung.*
RETNO HERIYANTO/PRLM
KEHADIRAN kesenian Badawang selain turut memeriahkan acara "Festival Ujungberung ke-6" yang diselenggarakan di Alun-alu Kota Kecamatan Ujungberung, juga diharapkan menambah khasanah kesenian dan menjadi ikon baru kesenian asal Ujungberung.*

BANDUNG,(PRLM).-Selain kesenian Benjang Helaran dengan Bengberokannya, “Festival Ujungberung Ke-6” juga memperkenalkan kesenian Badawang. Kesenian berupa hasil penggalian seniman Ujungberung ini diharapkan semakin memperkaya ikon kesenian Kota Bandung asal Kec. Ujungberung.

“Selama ini kesenian Benjang Helaran dengan Bengberokannya sangat identik dengan Ujungberung, bahkan sudah mejadi ikon kesenian Kota Bandung. Karenanya, pada festival Ujungberung kali ini kami memperkenalkan kepada khalayak kesenian Badawang, yang tidak kalah uniknya dengan kesenian Benjang Helaran dengan Bengberokannya,” ujar Ketua BKPMK, Wawan Gunawan, yang juga selaku ketua pelaksana dan penggagas Festival Ujungberung, kepada “PRLM” disela-sela rangkaian acara “Ujungberung Festival Ke-6” di Alun-alun Ujungberung.

Dikatakan Wawan, meski kesenian Badawang disejumlah daerah dapat ditemui, namun masing-masing memiliki ciri khas. Semisal seni Badawang yang ada di Ujungberung, biasa ditampilkan dalam ajang seni helaran (pesta rakyat atau festival).

Seni Badawang adalah salah satu bentuk kesenian berupa raksasa bertubuh tinggi besar dengan muka menyerupai sosok raksasa ataupun tokoh jenaka. “Bentuknya tidak jauh beda dengan kesenian Ondel-ondel Betawi, tapi yang membedakan dari seni Badawang kita adalah tokoh yang ditampilkan biasanya tokoh pawayangan,” ujar Wawan.

Sementara, Jajat Sudrajat salah seorang seniman Ujungberung mengatakan Badawang merupakan gambaran tradisi totemistik masyarakat agama asli Indonesia walaupun dalam perkembangannya mengalami perubahan dalam bentuk yang lebih lucu ataupun kocak.

“Berdasarkan latarbelakang sejarah, ditatar Sunda keberadaan Badawang disebut juga memeniran karena dilihat dari bentuk yang besar dan tinggi dilambangkan dengan manusia yang tubuhnya besar dan tinggi serta identik dengan orang barat yang dalam hal ini orang Belanda, karenanya disebut meneer,” ujar Jajat.

Musik pengiring untuk badawang biasanya mempergunakan jenis musik yang mudah dibawa seperti kendang, goong, bedug, terompet, dog-dog. Umumnya musik yang dibawakan tidak jauh berbeda dengan kesenian pencak silat, seperti musik padungdung, golempang, dan belakangan diiringi musik dangdut, pop sunda dangdut dan lainnya. (A-87/kur)***

Baca Juga

Bersabar, Julia Perez Toleransi Haters

SHOWBIZ
Bersabar, Julia Perez Toleransi Haters

PRLM - Julia Perez masih punya toleransi untuk tidak melaporkan haters yang merisak (bully) dirinya lewat akun sosial. Meski merasa dirugikan, pedangdut bertubuh seksi itu masih sabar.

Sigit : Base Jam Reunian Karena Rindu Bermusik

SHOWBIZ
Sigit : Base Jam Reunian Karena Rindu Bermusik

PRLM - Grup band Base Jam sempat popular beberapa tahun lalu sebelum vakum dua tahun sejak 2004-sampai 2006 karena masing-masing personelnya sibuk dengan pekerjaan di luar band.

HyunA 4Minute Berpose untuk Merek Fashion

SHOWBIZ
HYUNA 4Minute berpose untuk merek fashion kolekasi musim gugur.*

SEOUL, (PRLM).- HyunA 4Minute berpose untuk merek fashion ‘Clriden‘. Ia melakukan pemotretan untuk kolekasi musim gugur.

Dengan celana Jeans ketat, ia menunjukan bentuk tubuhnya yang sangat indah. Ia juga berpose bersama dengan model pria Yeo Chang Gu.

Sepi Tawaran Main Film, Salma Hayek Cuek

SHOWBIZ
Sepi Tawaran Main Film, Salma Hayek Cuek

LOS ANGELES, (PRLM).- Di layar lebar, Salma Hayek sudah jarang kelihatan, sepi tawaran main film. Namun, aktris berdarah Spanyol ini tidak terlalu pusing memikirkannya alias cuek saja..