Jumat, 10 Feb, 2012

Portal Lain Menu

Perwakilan Jabar Tetap Berangkat ke DSP

BANDUNG, (PRLM).- Sejumlah orang tua peserta “Duta Seni Pelajar (DSP) 2010” mempertanyakan anggaran kepergian perwakilan Jawa Barat ke DSP 2010 yang akan diselenggarakan di Surakarta awal Juli mendatang. Langkah yang ditempuh orang tua peserta DSP mendapat dukungan dari pengurus Komunitas Peduli Jaipongan Jawa Barat (KPJJB).

“Apa yang dilakukan orang tua dari 36 pelajar dari berbagai Kota dan Kabupaten di Jawa Barat tersebut memang sangat beralasan. Karena begitu kita beritahu mengenai besaran anggaran yang diberikan pemerintah (Disparbu Jabar) sangat kecil, mereka merasa khawatir putra putri mereka kelak akan terlantar,” ujar salah seorang Pengurus KPJJB, Gondo Gandamanah, saat ditanya “PRLM” mengenai kedatangan sebagian orang tua peserta ke kantor Disparbud Jabar.

Dikatakan Gondo, anggaran yang disediakan pihak Disparbud Jabar untuk event tahunan provinsi se Indonesia anggota Mitra Pradja Utama (MPU) tersebut sebesar Rp 30 juta. Anggaran tersebut diperuntukan biaya produksi (latihan), menyewa kostum, honor para pangrawit dan koreografer, serta uang saku anak-anak peserta DSP 2010.

“Dikatakan kecil karena untuk biaya produksi saja selain untuk makan dan minum selama latihan, juga untuk ongkos anak-anak yang tinggal di luar Kota Bandung,” ujar Gondo.

Namun demikian, menurut Gondo, meskipun dana penyelenggaraan bagi kontingen DSP sangat minim dan belum cair, kontingen ataupun perwakilan DSP 2010 Jabar tidak akan mundur. Dengan alasan, jika mundur dari DSP 2010 selain akan meruntuhkan reputasi Jawa Barat sebagai daerah penghasil seniman muda, khususnya di bidang seni tari, juga kredibilitas para seniman dan penari dengan cap seniman matrealistis.

“Kami tidak akan mundur dari perhelatan DSP ini, kasihan para siswa berlatih dan mendapat rekomendasi dari para kepala sekolahnya, karena ajang ini tidak hanya membawa nama Disparbud Jabar, tapi juga daerah dan sekolah mereka. Kami bersama orang tua sudah sepakat untuk tetap pergi ke Surakarta,” ujar Gondo.

Sementara Kasi Seni Tradisi, Iwan Gunawan mengakui, anggaran untuk DSP kontingen Jabar sangat minim, bahkan sangat jauh dari cukup. “Karena kegiatan ini rutin digelar setiap tahun, maka penyelenggaraannya dibiayai oleh masing-masing provinsi yang dibebankan ke provinsi yang jadi tuan rumah,” ujarnya.

Diakui Iwan, bahwa pihaknya sangat prihatin dengan minimnya anggaran bagi keikutusertaan Jabar dalam program DSP 2010, sehingga ada kesan dipaksakan. Karenanya pengurus KPJJB dan para orangtua peserta DSP 2010 diberi kesempatan untuk mencari sponsor. “Kami hanya bisa memberikan kebebasan untuk mencari sponsor. Namun apakah cukup dengan waktu yang singkat,” ujar Iwan. (A-87/A-147)***

aku nonton DSP JaBar. Keren

Anonymous's picture

aku nonton DSP JaBar. Keren euy Jaipongannya. Welcome partynya juga. :)

teungteuingeun.. pamarentah

Anonymous's picture

teungteuingeun.. pamarentah daerah.. barudak lamun jadi arinditmah sok didoakeun jeung hayu urang babareungan neangan dana ngamajukeun budaya sunda.. ngaran jawa barat mah tong dibawa pikaeraeun.. tuman ka pamarentah daerah.. bawa mah ngaran sunda.. bray..

Deudeuh teuing anaking

Anonymous's picture

Deudeuh teuing anaking jajantung aki....na kabina-bina teuing eta Disparbud Jabar..ari teu aya waragad mah atos weh tong ngtirimkeun, mani maksakeun maneh jeung nyiksa barudak pisan.

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR