Tanah SDN Setragalih Milik Pemerintah

WARGA berjalan melintasi ruang kelas di SDN Setragalih I, Kampung/Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (24/6). Pemkab Bandung mengklaim tanah seluas 2.800 meter persegi berdirinya kompleks SDN Setragalih I, dan II adalah milik Pem
USEP USMAN NASRULLOH/PRLM
WARGA berjalan melintasi ruang kelas di SDN Setragalih I, Kampung/Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (24/6). Pemkab Bandung mengklaim tanah seluas 2.800 meter persegi berdirinya kompleks SDN Setragalih I, dan II adalah milik Pemkab Bandung.*

SOREANG,(PRLM).- Pemkab Bandung merasa yakin lahan SDN Setragalih 1 dan 2 Desa/Kec. Cangkuang merupakan tanah milik pemerintah setelah adanya tukar guling (ruislaag) tanah kas desa. "Adanya klaim dari Pak Dadang S. Akbar bahwa tanah seluas 2.800 meter persegi yang dibangun untuk SDN Setragalih 1 dan 2 merupakan tanah miliknya merupakan hal tidak benar," kata Kabag Pengelolaan Aset Kab. Bandung, Drs. H. Marlan, saat dihubungi, Kamis (24/6).

Tanah itu awalnya milik H. Masykur yang kemudian terjadi proses tukar guling dengan tanah kas Desa Cangkuang yang berada di belakang kantor desa. "Kami juga tidak tahu mengapa tiba-tiba ahli waris H. Masykur yakni H. Tedi Surya menjual tanah tersebut kepada H. Dadang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, SDN Setragalih 1 dan 2 terancam ditutup apabila pihak Pemkab Bandung tidak membayar tanah yang dibangun dua SDN tersebut sampai Desember 2010. Hal itu disebabkan tokoh masyarakat, H. Dadang S. Akbar merasa memiliki tanah tersebut setelah membelinya dari ahli waris H. Masykur.

Sedangkan Komisi D DPRD Kab. Bandung berencana memanggil pihak-pihak terkait dengan status tanah SDN Setragalih 1 dan 2. "Pemkab Bandung masih lemah dalam pengelolaan aset-asetnya sehingga diambil aliuh pihak lain," kata Ketua Komisi D, H. Arifin Sobari.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Tercoret dari Penerima Hibah, Puluhan Guru Ngaji Unjuk Rasa

BANDUNG, (PR).- Puluhan guru honorer yang merangkap guru mengaji di Kota Bandung berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Bandung, Senin, 5 Desember 2016 siang, memprotes pencoretan nama mereka dari daftar penerima hibah bersumber APBD Kota Bandung.

Daging Anjing Diolah Jadi Makanan di Bandung Raya

SOREANG, (PR).- Unit Reskrim Polsek Pameungpeuk Polres Bandung, berhasil membongkar jaringan penjualan daging anjing yang selama ini meresahkan masyarakat. Polisi berhasil meringkus 3 tersangka dalam kasus ini.