Jumat, 10 Feb, 2012

Portal Lain Menu

Ratusan Pelajar dan Petani Lakukan "Gropyok" Tikus

UDI WAHYUDI/"PRLM"
UDI WAHYUDI/"PRLM"
Ratusan pelajar bersorak saat seorang petani mendapatkan buruannya berupa hama tikus yang menyerang lahan pertanian di Desa Karangmulya, Kec. Kandanghaur, Kab. Indramayu, Rabu (23/6).*

INDRAMAYU, (PRLM).- Ribuan hektar arael persawahan di kabupaten Indramayu kini terancam gagal panen. Kegagalan ini akibat serangan hama tikus yang semakin meluas dilahan pertanian. Kondisi ini membuat sejumlah petani mengeluh. Pasalnya, serangan binatang pengerat tersebut semakin sulit untuk dibasmi.

Melihat kondisi ini, muspika kecamatan Kandanghaur, Kab. Indramayu menerjunkan ratusan pelajar bersama petani di Desa Karang Mulya, Kec. Kandanghaur, Kab. Indramayu untuk melakukan aksi 'gropyok' (berburu, red). Para pelajar mulai dari siswa SD hingga SLTA ini langsung terjun ke areal persawahan warga. Mereka mencari sumber dan lubang tikus yang selama ini sangat merugikan para petani. Aksi ratusan pelajar ini sengaja digelar guna memberikan wawasan lingkungan pertanian sekaligus gerakan pengendalian hama tikus. Hasilnya, puluhan ekor tikus ditangkap pelajar.

"Para pelajar ini sengaja kami undang untuk melakukan gropyok tikus yang menyerang tanaman padi milik petani. Setiap murid dibekali satu kayu pentungan sebagai pemukul saat binatang itu melarikan diri. Pelajar bersama petani langsung menyisir setiap tanggul untuk mencari lubang-lubang tikus. Sementara petani lainnya juga melakukan pengasapan ke lubang tikus. Sambil berburu tikus, kami juga mengenalkan lingkungan pertanian terhadap mereka. Mudah-mudahan dengan gerakan ini ada manfaatnya, " jelas Camat Kandanghaur Aris Tarmidi, S.H.kepada "PRLM", Rabu (23/6).

Menurutnya, area persawahan yang ada di desa Karangmulya seluas 347 hektar. Dan yang terkena oleh serangan hama tikus ini 175 hentar yang terdiri dari 3 blok yakni Blok Gombol, Maja dan kali bojong.

Hal ini dibenarkan oleh kepala cabang dinas (KCD) Kandanghaur, Ir. Suharjoni. Hama tikus yang terjadi diwilayahnya semakin bertambah luas. Bahkan tikus mulai melakukan serangannya sejak para petani mulai tanam padi pada musim tanam pertama hingga musim tanam 'sadon' (kedua). Dikatakan Joni, dari 347 hektar persawahan, 250 hektar yang terserang hama tikus.

"Serangan hama tikus ini sejak masa tanam para petani hingga umur padi sudah mau di panen. Jika serangan ini dibiarkan maka sudah dipastikan akan gagal panen dan tentunya para petani akan merugi, " jelas Joni. (udi/kur)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR