Pelaku Perampokan dan Pembunuhan di Pasupati bukan Geng Motor

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).-Kapolwiltabes Bandung Komisaris Besar Imam Budi Supeno melalui Kasatreskrim Ajun Komisaris Besar Arman Achdiat, menegaskan, pelaku perampokan dan pembunuhan di jembatan Pasupati, diduga bukan geng motor. Para pelaku diduga pelaku kriminal tulen spesialis pencurian dan kekerasan.

Dugaan itu diperkuat dari hasil penyelidikan dan keterangan terhadap saksi korban. Arman mengatakan, para pelaku diduga kuat adalah komplotan pelaku pencurian disertai kekerasan yang kerap beraksi di Kota Bandung dan sekitarnya. "Itu berdasarkan identifikasi saksi korban. Kami menunjukkan sejumlah foto para pelaku curas yang pernah tertangkap serta yang menjadi target operasi. Dan ternyata, saksi korban mengenali beberapa orang dari foto-foto yang kami tunjukkan sebagai pelaku di Pasupati," katanya.

Kini polisi masih terus mengejar para pelaku yang mulai terendus keberadaannya. Pengejaran dipusatkan di sebuah daerah di Sumatera serta sebuah daerah di Jawa Tengah. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat para pelaku bisa tertangkap," ujarnya.

Kasus perampokan dan pembunuhan di fly over Pasupati terjadi pada Selasa (8/6) dini hari. Dua remaja yaitu Ricky (18) dan Afif (20), tewas dengan sejumlah luka tusuk di tubuh dah kepala. Seorang korban lainnya, Syukur Zebua (18) mendapatkan dua tusukan tapi masih tertolong. Sementara seorang lainnya, Agus, sempat melarikan diri sehingga tidak mengalami luka parah.

Saksi korban, kepada keluarganya, sempat melontarkan jika pelaku penusukan diduga geng motor. Pasalnya, korban sempat melihat tulisan nama sebuah geng motor beken asal Bandung di jaket pelaku seorang pelaku.

Keberadaan para korban di Pasupati adalah untuk memancing pelaku perampasan. Pasalnya, seminggu sebelumnya, Afif dan pacarnya, sempat dirampas barang berharganya saat sedang nongkrong di Pasupati. Ricky pun juga pernah mengalami hal yang sama.

Pancingan tersebut ternyata mujarab. Dini hari itu, keempat korban dihampiri empat pelaku curas hingga terjadi perkelahian yang mengakibatkan dua orang tewas. "Namun kami belum bisa memastikan apakah pelaku pada Selasa dini hari itu sama dengan pelaku perampasan seminggu sebelum kejadian atau bukan. Yang pasti, kami masih terus mengejar pelaku yang sudah diketahui identitasnya," ucap Arman.(A-128/kur)***

Baca Juga

Konferensi Asia Afrika 2015

NGO Summit Upaya Perangi Kemiskinan

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Indonesia masih memiliki 28 juta jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan, angka tersebut cukup besar bila dibandingkan dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai program pengentasan kemiskinan.

Korpaskhas Ikuti Latihan Penanggulangan Teroris

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) AU kembali mendapat kepercayaan untuk terlibat pada latihan penanggulangan terorisme yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ny. Banu Jabat Ketua PIA Ranting 04-4/G.II Skadik 204

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Ketua Persatuan Islam Angkatan Udara (PIA) Ardhya Garini Cabang 4/Gabungan II Lanud Sulaiman Ny. Nining Djamaluddin memimpin acara serah terima jabatan Ketua PIA Ranting 04-4/G.II Skadron Pendidikan (Skadik) 204 Lanud Sulaiman dari Ny. Sumarsono kepada Ny. Banu Kusworo.

93 Calon Siswa Tamtama Ikuti Penelitian Personal

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Sebanyak 93 calon siswa (casis) Tamtama Prajurit Karier (PK) tahun Anggaran 2015 mengikuti Tes Penelitian Personel (Litpers) di Gedung Cendrawasih Lanud Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung,Senin (25/4/2015).