YBLH Bakal Gugat Wali Kota Cirebon

CIREBON, (PRLM).-Yayasan Buruh dan Lingkungan Hidup (YBLH) bakal mengajukan gugatan class action kepada Wali Kota Cirebon, terkait dengan kegiatan penebangan puluhan pohon di sepanjang Jln. Kesambi Kota Cirebon.
Menurut Direktur YBLH Yoyon Suharyono, gugatan diajukan kepada Wali Kota Cirebon Subardi, karena penebangan pohon dilakukan atas perintah Wali Kota.
"Walikota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral memerintahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk menebang pohon angsana yang sudah berusia sekitar 20 tahun, dengan alasan untuk kegiatan pelebaran jalan," katanya.
Dikatakan Yoyon, sebenarnya tidak ada larangan penebangan pohon untuk kegiatan pembangunan. Namun, lanjutnya, penebangan harus dilakukan sesuai aturan. "Ini sih boro-boro bikin hutan kota, pohon-pohon yang ada saja malah ditebang," ucapnya.
Menurut aturan yang ada, katanya, penebangan pohon peneduh di sisi jalan, baru boleh dilakukan setelah tanaman penggantinya sudah tumbuh sekitar 2 meter tingginya. "Seharusnya kalau memang sudah punya rencana untuk pelebaran jalan, tiga tahun sebelumnya, pohon-pohon peneduh pengganti sudah harus ditanam di lokasi yang sudah ditentukan," paparnya.
Kesewenang-wenangan pihak DKP yang menebang pohon, dikatakan Yoyon semakin menunjukkan dengan jelas, kalau Pemerintah Kota Cirebon dibawah kepemimpinan Subardi tidak memiliki arah yang jelas dalam membangun kota.
"Pendeknya mah Subardi tidak memiliki visi dan misi dalam memimpin Kota Cirebon," katanya.
Yoyon bahkan meminta Kementrian Lingkungan Hidup untuk meninjau ulang pemberian Piala Adipura yang diterima Wali Kota Cirebon. "Sangat ironis sekali, ketika Kota Cirebon mendapat Adipura, tapi malah Wali Kota memerintahkan penebangan pohon. Padahal adanya pohon pelindung menjadi salah satu faktor penilaian," katanya.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Edi Krisnowanto yang hendak dikonfirmasi tidak ada di kantornya. Sementara telefon selulernya tidak bisa dihubungi.
Namun staf di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Suwendi yang ditemui di lokasi penebangan, menyatakan, penebangan pohon-pohon tersebut dilakukan karena akan ada projek pelebaran jalan Jln. Kesambi.
Menurut dia, sedikitnya ada 20 pohon di sepanjang Jln. Kesambi, dari mulai perempatan Kesambi-Brigjen Darsono hingga Kesambi-Jln. Pangeran Drajat yang bakal habis ditebang untuk projek pelebaran jalan.
"Awal mulai kegiatan penebangan sejak 27 Mei lalu dan targetnya sampai akhir Juni, sekitar 20 pohon itu sudah harus habis ditebang," katanya.
Namun Suwendi tidak tahu, waktu pelaksanaan projek pelebaran jalan itu. "Kalau soal projek pelebaran jalannya urusan dinas lain, kami tidak tahu," ucapnya. (A-92/kur)***
pelebaran jalan..., itu baik.
pelebaran jalan..., itu baik. Harus dengan keberanian, karena untuk kepentingan umum dan diperlukan kerjasama semua pihak. Mungkinkah pelebaran jalan tanpa menebang pohon?. Mungkin saja, tapi bagaimana perencanaannya, memungkinkan tidak?. terlanjur ditebang? tanami dengan pohon baru yang bagus dan enak dipandang....segera. (jangan terlalu kecil minimal 2 meteran(?)). Saran: bagaimana kalau pohon kayu manis?
Yang jelas, blueprint pemerintahnya segera dipublikasikan, supaya rakyat tidak bertanya-tanya.
hehehe...ana ana bae
hehehe...ana ana bae jeh,
Bener kudu nanam pohon sing anyar baru tebang yang lain....perlu ana gerakan siji pohjon siji wong hehehehe
hidup cerbon!
Post new comment