Badan Jembatan Leuwigayor Ambles 10 cm

SUBANG, (PRLM).- Jembatan Leuwigayor yang menghubungkan Kecamatan Cisalak dan Kec. Kasomalang saat ini kondisinya sangat menghkhawatirkan. Dinding penyangga jembatan yang membentang di atas sungai Cipunagara itu
terlihat miring dan cor badan jembatan amblas sekira 10 cm.
Padahal jembatan yang menelan anggaran sebanyak Rp 1 miliar tersebut baru berusia satu tahun. Lebih parah lagi, jembatan tersebut belum pernah terinjak kendaraan berat karena memang belum didukung oleh jalan akses yang memadai.
“Jembatan ini belum memberikan manfaat berarti bagi warga sekitar. Sebab, setelah jembatan berdiri, lebar jalannya tidak ditambah, sehingga kendaraan belum bisa lewat,” ujar Ade, seorang warga Desa Tenjolaya, Kec. Kasomalang, Minggu (13/6).
Menurut dia, ketika jembatan di desanya masih berupa jembatan gantung yang terbuat dari bambu, warga masih bisa mengendarai sepeda motor untuk mengangkut hasil pertanian. Namun, setelah jembatan itu dibangun permanen, warga malah tidak bisa melintasinya dengan kendaraan.
Pasalnya, lanjut Ade, pihak pelaksana pembangunan jembatan tidak kunjung menguruk badan jalan agar sejajar dengan badan jembatan, sehingga, kendaraan tidak bisa naik ke badan jembatan. “Saya kira keberadaan jembatan ini belum mampu mengubah lancarnya transfortasi di daerah perbatasan,” kata Ade.
Yang mengherankan, sambung dia, kendati kendaraan tersebut belum pernah dilewati kendaraan berat, satu sisi badan jembatan sudah ambles sekira 10 Cm. Kondisi tersebut mendorong beton didinding penyangga ikut miring.
Hal senada dikatakan warga lainnya, Asep. Menurut dia, pembangunan jembatan Leuwigayor terkesan bakal mubadzir. Sebab, sebelum bisa digunakan, jembatan itu dikhawatirkan bakal ambrol tergerus banjir. “Setiap hujan turun, warga takut melintasi jembatan ini kaena khawatir sewaktu-waktu akan tergerus banjir,” kata dia.
Ketika hal itu akan dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab. Subang, H. Umar, ternyata telefon genggam yang bersangkutan selalu dalam posisi tidak aktif. Konfirmasi hanya didapat dari Kepala Seksi Pembangunan, Dinas Bina Marga dan Pengairan, H. Wakijo yang akrab dipanggil Joko.
Menurut dia, pihaknya belum mengetahui kondisi jembatan Leuwigayor yang sudah mengalami kerusakan. “Jembatan Leuwigayor dibangun sebagai jembatan perintis yang diharapkan bisa membuka jalur transfortasi anatara Kecamatan Kasomalang dan Cisalak,” kata H. Joko. (A-106/A-147)***
Post new comment