NJOP Bumi Selalu Diperbaharui

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Kabid Kerja Sama dan Ekstensifikasi Perpajakan (KEP) Kanwil Jabar I Abdul Ghofir mengungkapkan, nilai jual objek pajak (NJOP) Bumi disusun pada suatu database yang selalu diperbaharui oleh Kantor Pelayanan Pajak berdasarkan wilayah kerja masing-masing dalam jangka waktu tertentu.

Oleh karena itu, NJOP pada 2009, misalnya, berbeda dengan NJOP pada 2010. Sementara sebagaian masyarakat tidak menyadari perubahan NJOP tersebut. Akibatnya, saat akan melunasi PBB, mereka kaget dengan kenaikan yang luar biasa itu. Kejadiann seperti ini, biasanya terjadi di kalangan warga yang memiliki properti di kota-kota besar dan daerah lainnya yang perkembangannya pesat akibat proses pembangunan di wilayah tersebut.

Kehadiran sejumlah pemukiman baru yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti akses jalan, mengakibatkan harga tanah pada suatu kawasan yang semula sepi, bahkan kerap diolok-olok sebagai tempat jin buang anak, melonjak signifikan, Kenaikan harga ini berkonsekuensi terhadap NJOP yang harus dibayar. Di samping itu, harga beli yang semula murah, seiring dengan pesatnya pembangunan di wilayah tersebut, menyebabkan nilai tanah dan bangunan pun dari waktu ke waktu, meningkat pesat.

Sementara prosedur penentuan NJOP, kata Ghofir didapatkan dari pengumpulan informasi properti (jual, beli, penawaran, sewa, dan lain-lain) Sumber data: PPAT/Notaris, Agen/broker, media massa/iklan, informasi masyarakat, dan kelurahan. Data ini kemudian diolah untuk dijadikan sebagai dasar penetuan NJOP. Dari sini, diadakan tatap muka dengan masyarakat setempat/kelurahan untuk memberikan penjelasan umum soal dasar penentuan NJOP tersbeut dan juga untuk mendapatkan feedback dari warga. Selanjutnya dari pertemuan di keluarahan tersbeut akan didapatkan nilai indikasi rata-rata (NIR) yang menjadi acuan dalam menetukan NJOP. (A-133/A-147)***

Baca Juga

MEA tak Perlu Ditakuti Secara Berlebihan

EKONOMI

NGAMPRAH, (PRLM).- Pemberlakuan sistem perdagangan bebas untuk masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun ini tidak perlu ditakuti secara berlebihan. Sebagai agen perubahan, mahasiswa hendaknya bisa berinovasi mengikuti perkembangan zaman, sehingga memiliki daya saing di dalam MEA.

Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Cenderung Turun

EKONOMI

JAKARTA,(PRLM).- Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden Jakarta, Senin (6/7/2015), menyatakan harga kebutuhan pokok selama puasa dan Lebaran 2015 stabil dan cenderung turun.

Kinerja Saham Buruk, Analis Turunkan Prediksi Pendapatan Indonesia

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Para investor yang berharap laba perusahaan Indonesia akan pulih dalam paruh kedua tahun ini sedang bersiap menghadapi kekecewaan, terlihat dari pasar saham yang sudah berkinerja terburuk di Asia.

Pameran Ramadan Fashion Expo 2015

EKONOMI
 PENGUNJUNG memilih busana muslim, di salah satu stan peserta pameran Ramadan Fashion Expo 2015, di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis (9/7/2015). Busana muslim kini makin berkembang dari segi modelnya, seiring dengan berkembangnya