Petani Indramayu Tertarik Tanam Bunga Kol

EKONOMI

INDRAMAYU, (PRLM).- Sejumlah petani Indramayu mulai tertarik menanam bunga kol ketimbang tanaman padi. Alasan meraka memilih ini karena menanam bunga kol hasilnya secara ekonomi jauh lebih besar. Selain itu bunga kol asal Indramayu kualitasnya jauh lebih bagus dibandingkan bunga kol dari dataran tinggi karena pembusukannya bertahan hingga 15 hari dan kering.

Hal itu dibenarkan oleh kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.Indramayu, Ir. Toto Kusmanwanto. Menurutnya, kecenderungan sebagian petani Indramayu beralih ke pola tanam bonga kol tidak dapat dicegah. Pasalnya para petani lebih suka memilih cara itu karena hasilnya yang lebih meyakinkan.

"Pola tanam ini merupakan ciri petani modern. Ciri petani modern adalah petani yang mampu memanfaatkan setiap peluang pasar. Hingga mereka memilih bertanam bunga kol termasuk karena memiliki peluang pasar yang bagus dan terbuka luas," kata Toto kepada "PRLM", Jumat (11/6).

Ia menyebutkan, panen padi petani di Indramayu dalam satu hektar hasilnya 6 ton. Jika harga jual per kilogram Rp 3 000, pendapatan kotor petani yang menanam padi hanya Rp 18 juta. Pendapatan itu jauh lebih kecil, dibandingkan hasil panen bunga kol. Dicontohkannya, dengan luas satu hektar, hasil panen mencapai Rp 60 juta. Hal ini menguntungkan petani. Ditambah lagi, masa panen bunga kol hanya 45 hari jika dibandingkan dengan masa panen padi yang mencapai 4 bulan.

Dikatakan, pola tanam yang dikembangkan petani di sejumlah kecamatan di Indramayu sudah bergeser. Biasanya dalam setahun petani menanam sistem padi–padi–palawija, sekarang padi–bunga kol–bunga kol. Tanaman bunga kol dapat tumbuh subur di semua daerah di Indramayu.

Ia juga menambahkan, setiap hari bunga kol dari Indramayu dikirim ke Pulau Batam sebanyak 62 ton. Bahkan permintaan bunga kol dari asal kota mangga ini tidak melulu datang dari Batam, namun kota-kota lain juga sekarang ini banyak yang memesan karena mempunya kualitas yang baik. (udi/das)***

Baca Juga

Tingkatkan Pendapatan Masyarakat, Mensos Ingin Contoh Eropa

EKONOMI
LAMONGAN,  (PRLM).-  Terkait program usaha peningkatan pendapatan masyarakat, Kementerian Sosial (Kemensos) ingin mencontoh negara Eropa.

10 LMDH di Kabupaten Pangandaran Dapat Sharing Kayu

EKONOMI

PARIGI, (PRLM).- Sepuluh Lembaga Masyarakat Desa Hutan dari 32 LMDH yang ada di Kabupaten Pangandaran mendapatkan bagi hasil kayu tebangan dari Perusahaan Umum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Kabupaten Ciamis sebesar Rp 304.305.519.

Bursa Kerja Bakal Serap 3.000 Pencari Kerja

EKONOMI

CIMAHI, (PRLM).-Sedikitnya 3.000 lowongan kerja tersedia pada Bursa Tenaga Kerja Pemprov Jabar yang digelar di Plaza Rakyat Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Rabu (10/6/2015).

Zimbabwe Bekukan Mata Uang Lokal, Pakai Dollar AS

EKONOMI

HARARE, (PRLM).- Pemerintah Zimbabwe memutuskan untuk menonaktifkan mata uang lokal dan pada saat bersamaan meresmikan sistem penggunan mata uang asing selama periode hiperinflasi.