Cimahi akan Bangun RPH Modern di Baros

EKONOMI

CIMAHI, (PRLM).- Pembangunan rumah pemotongan hewan (RPH) baru di Kota Cimahi diperkirakan akan menelan biaya Rp 3 miliar. Pemerintah Kota Cimahi ingin membangun RPH modern lengkap dengan teknologi pembekuan dan pengepakan daging, sehingga dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimal.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Koperasi, UMKM, Industri, Perdagangan, dan Pertanian Kota Cimahi Suyoto mengatakan, saat ini pihaknya tengah mencari investor yang tertarik untuk membiayai pembangunan RPH dengan standar internasional. Nantinya, RPH ini diproyeksikan menjadi pemasok daging untuk pasar modern dan tradisional di Jakarta dan Bandung Raya.

"Soalnya di Bandung Raya dan Jakarta belum ada yang punya RPH modern. Padahal tuntutan konsumen sudah sangat besar terhadap daging yang tahan lama dan segar," tuturnya di Cimahi, Kamis (27/5).

Menurut Suyoto, RPH akan kembali dibangun di lokasi lamanya, yaitu di Jln. Sukimun Kel. Baros, Kec. Cimahi Tengah. Jika dibandingkan dengan dua alternatif tempat lainnya, yaitu Kel. Sukamanah dan Citeureup, lokasi lama memiliki keunggulan karena dekat dengan akses jalan tol, didukung oleh lingkungan sosial masyarakat sekitar, serta jaraknya dekat dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

Di Kel. Baros Pemerintah Kota Cimahi memiliki aset tanah seluas 3.910 meter persegi. Luas ini, kata Suyoto, mencukupi bagi RPH modern yang akan dibangun. Selain mencari investor, pendanaan pembangunan juga diusahakan dari APBN melalui dana alokasi khusus (DAK). "Kita akan mulai ajukan pendanaan pembangunan pada 2011. Tapi kalau untuk investor sekarang juga kita sudah mencari," ujarnya.

Suyoto menambahkan, kebutuhan daging sapi Kota Cimahi saat ini mencapai 50 ekor perhari. Kebutuhan tersebut kini dipenuhi dengan memasok daging sapi dari luar kota, sehingga setiap hari petugas dari Dinas Peternakan harus memeriksa kualitas daging sapi ke pasar tradisional dan modern.

Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, Industri, Perdagangan, dan Pertanian Kota Cimahi Supendi Heriyadi menambahkan, tidak beroperasinya RPH di Kota Cimahi sangat disayangkan, karena selain merupakan bangunan bersejarah, RPH itu juga seharusnya menjadi sumber PAD bagi Cimahi. Terlebih, Cimahi telah memiliki Perda No. 4/2005 tentang Rumah Potong Hewan (RPH).

Namun, Supendi belum dapat memastikan kapan pembangunan RPH akan terlaksana. "Ya kami berharap bisa secepatnyalah. Jadi Cimahi tidak hanya punya tempat pemotongan hewan kecil seperti unggas, tetapi juga sapi dan domba," ujarnya. (A-180/das)***

Baca Juga

Aktivis: Industri Raup Rp 91,3 Juta Per Kematian Akibat Tembakau

EKONOMI

PRLM - Industri tembakau mendapatkan 7.000 dolar AS (Rp 91,3 juta) untuk setiap orang, lebih dari enam juga orang yang mati setiap tahun akibat penyakit terkait merokok. Demikian menurut kelompok advokasi kesehatan Yayasan Paru-paru Dunia (WLF).

Pemkab Bandung Jalin Kerjasama dengan BTPN

EKONOMI

SOREANG, (PRLM).- Dalam upaya mempersiapkan masa depan para pensiunan PNS yang lebih baik, Pemkab Bandung menjalin kerjasama dengan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk.

Terkait Protes Para Investor

Pekerja Asing tak Perlu Lancar Bahasa Indonesia

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah akan mencabut rencana yang akan memaksa pekerja asing untuk mengambil ujian kelancaran berbahasa Indonesia menyusul protes dari para investor, menurut dua pejabat pemerintah.

Pasar Pelumas Disiapkan untuk Tumbuh 4,7%

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Pasar Pelumas di Asia Tenggara disiapkan untuk tumbuh 4,7% selama tahun 2014-2019, menurut laporan baru dari Ipsos Business Consulting, sebuah perusahaan konsultan global untuk strategi penjualan dan pemasaran.