PNS Belum Terima Rapel Tunjangan Beras

GARUT, (PRLM).- Rapel tunjangan beras bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan guru se-Kab. Garut sejak 2009 mandek. Pasalnya, dana yang tersedia dalam APBD Kab. Garut 2010 belum mengalokasikan rapel tunjangan beras tersebut.

Menurut salah seorang PNS di lingkungan Pemkab Garut yang enggan disebut namanya, kenaikan tunjangan beras sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat sejak 2009 sebesar Rp 7.000,00/jiwa. “Namun, sampai sekarang belum diterima. Padahal, itu hak yang harus diterima semua PNS,” katanya.

Hal tersebut diakui Kasubdin Belanja Pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKA) Kab. Garut Lukman Hakim. Menurut dia, sebenarnya tidak ada permasalahan terkait dengan pembayaran rapel beras.

“Namun, kami harus menyesuaikan dulu dengan APBD. Pemerintah pusat tidak hati-hati atau gegabah dalam memutuskan. Kenaikan tunjangan beras diumumkan 2010, tetapi yang harus dibayarkan sejak 2009,” ujarnya.

Kenaikan khusus tunjangan beras bagi PNS berdasarkan surat resmi Menteri Keuangan No. 57 Tahun 2009 tentang kenaikan harga beras. Jumlah guru di Kab. Garut mencapai sekitar 15.000 orang, belum ditambah jumlah PNS.

“Kami upayakan anggaran di APBD Perubahan Kab. Garut 2010 dapat memenuhi kebutuhan rapel beras tersebut, baru setelah itu diputuskan bisa diterima oleh guru dan PNS. Karena jumlah yang harus dikeluarkan DPPKA untuk rapel beras itu nilainya cukup besar, kami baru usulkan pada APBD Perubahan,” jelas Lukman. (A-158/das)***

Baca Juga

Batasi Tamu Kasus Pembakaran di Bekasi

SETELAH MA menjadi kor­ban amuk massa karena diduga mencuri amplifier milik musala Al-Hidayah di Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa 1 Agustus 2017 lalu, banyak pihak ber­tamu ke kediaman istri MA, Siti Jubaedah (25) yang tengah mengandung t

Pegawai Puskesmas Mogok, Pejabat Ciamis Berang

CIAMIS,(PR).- Pegawai Puskesmas Ciamis di Kecamatan/Kabupaten Ciamis, memilih untuk mogok kerja, Jumat 11 Agustus 2017. Aksi itu sempat membuat pelayanan terhadap masyarakat yang hendak berobat menjadi terganggu.