SKB Tiga Menteri tentang Distribusi Guru Segera Diterbitkan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah akan segera menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri (Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Nasional, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) yang akan mengatur tentang distribusi guru. Peraturan ini memungkinkan guru dapat berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, sehingga disparitas distribusi guru akan berkurang.

Demikian Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh ketika membuka Kongres Guru Indonesia (KGI) di Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (20/5). Mendiknas mengatakan, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) bersama-sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akan membuat regulasi untuk memperbaiki distribusi guru.

Mendiknas mengungkapkan, saat ini distribusi guru di Indonesia tidak merata. Dalam paparannya Mendiknas menuturkan, sebanyak 68 persen sekolah di kota kelebihan guru. Sementara, pada sisi lain, sebanyak 37 persen sekolah di desa dan 66 persen sekolah di daerah terpencil kekurangan guru. “Di sekolah-sekolah ada kelebihan guru, tetapi di sekolah pedesaan dan daerah terpencil justru kekurangan guru. Kita akan segera menyiapkan untuk merampungkan keputusan bersama Mendagri, Menpan, dan Mendiknas. Guru dimungkinkan berpindah antarkabupaten, antarkota, maupun antarprovinsi,” katanya.

Mendiknas juga menambahkan bahwa mulai tahun pelajaran baru ini, pemerintah juga akan menyiapkan guru-guru baru untuk dialihkan dan ditugaskan ke daerah yang kekurangan guru, yaitu di daerah yang terpencil. Guru-guru itu akan diberikan insentif dalam bentuk finansial dan jenjang karir. “Besarnya paling tidak satu kali gaji sesuai dengan golongannya ditambah insentif lain yang harus kita berikan. Mudah-mudahan mulai tahun ajaran baru itu sudah dimungkinkan adanya mobilitas tadi. Juli besok ini,” jelasnya.

Dikatakan Mendiknas, penyiapan guru-guru baru ini terutama ditujukan untuk mengganti sebanyak 195.387 guru yang akan pensiun pada tahun 2014 nanti. “Sekalian kita alirkan ke daerah-daerah yang kekurangan guru tadi,” tuturnya.

Ajang tahunan Kongres Guru Indonesia berlangsung selama dua hari, mulai 20 s.d. 21 Mei 2010. Sejumlah pembicara yang diagendakan hadir dalam kongres di antaranya Direktur Pelatihan dan Pengembangan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemdiknas Sumarna Surapranata dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim. Selain itu, sejumlah pembicara dari luar negeri juga hadir. (A-94/das)***

Baca Juga

Pemerintah Rehabilitasi 12 WNI dari Turki

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Kepolisian telah memindahkan 12 orang WNI yang dideportasi dari Turki ke Panti sosial, Bambu Apus di Cipayung Jakarta Timur pada akhir pekan lalu untuk direhabilitasi.

Kementrian ATR/BPN Harus Bisa Mengubah Sikap Priyayi Jadi Melayani

NASIONAL
MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PRLM

JAKARTA, (PRLM).-Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional harus bisa mengubah paradigma dari yang selama ini cenderung bersikap priyayi menjadi melayani.

Mendagri Kritik Pemblokiran Situs Religius

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengkritik pemblokiran sejumlah situs/website religius karena diduga turut serta menyebarkan ideologi radikal, bahkan mendukung kelompok Islamic State (IS) atau Negara Islam yang nama populernya adalah Islamic State of Iraq and al-Sh

Presiden Jokowi Minta Pesantren Cegah Gerakan Radikal

NASIONAL

SOLO, (PRLM).- Presiden Joko Widodo bersama rombongan pasukan pengamanan mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Solo, Sabtu (4/4/2015). Kedatangan Presiden disambut ratusan santri yang sudah menunggu di lokasi pondok pesantren (ponpes) Al-Qur'aniyy Az-Zayadiyy.