Seorang Jendral Ditembak Mati
BANGKOK, (PRLM).- Seorang jendral pembangkang yang mendukung aksi protes antipemerintah di Thailand ditembak tidak lama setelah batas akhir bagi para pemrotes guna mengosongkan Bangkok berlalu. Khattiya Sawasdipol, yang bisa disebut Seh Daeng atau Komandan Merah, ditembak di bagian kepala dan mengalami luka serius.
Beberapa laporan menyebutkan penembakan Seh Daeng bersamaan waktunya dengan satu insiden ledakan. Beberapa orang diperkirakan menderita luka-luka. Wartawan "BBC" di Bangkok Rachel Harvey mengatakan lampu jalan di sekitar perkemahan sudah dimatikan namun pengunjuk rasa terdengar terus memutar musik keras.
Daerah yang diduduki para pengunjuk rasa selama berminggu-minggu itu berada di pusat kota Bangkok, kawasan bisnis-bisnis, hotel, restoran, dan pusat-pusat perbelanjaan. Akibat insiden terbaru ini, sejumlah orang dilaporkan dilarikan ke rumah sakit tidak jauh dari sana.
Juga ada laporan bahwa ledakan terjadi di dekat salah persimpangan jalan utama, beberapa jam setelah berakhir batas waktu yang ditetapkan oleh pihak berwenang agar Baju Merah meninggalkan kawasan yang mereka duduki tersebut.
Selama beberapa jam menjelang pelaksanaan ultimatum untuk mengisolasi kawasan yang diduduki pengunjuk rasa, pihak berwenang menghentikan angkutan umum dan lalu lintas menuju lokasi yang diduduki belasan ribu pengunjuk rasa Baju Merah.
Samuel Carolus, manajer pemasaran Hote Grand Hyatt Erawan, yang berada di kawasan pendudukan demonstran, mengatakan kepada "BBC" bahwa pihak berwenang tidak membolehkan angkutan kota berhenti di stasiun sekitar distrik itu.
"Mereka menginstruksikan agar kereta tidak beroperasi dan tidak berhenti di tempat tersebut dan juga ada beberapa jalan yang ditutup," kata Samuel.
Menurut manajer asal Indonesia itu- yang diwawancarai sebelum batas waktu pengosongan- dia tidak yakin tentara akan melakukan pemaksaan untuk mengusir para demonstran.
Ditambahkannya, kalaupun pihak berwenang mengambil langkah pengisolasian dalam bentuk pemutusan aliran listrik dan air seperti yang pernah diancamkan sebelumnya, kemungkinan sekali tindakan itu akan dilakukan secara terbatas. (A-147)***
HAHAHAHA....hore...paeh yeuh
HAHAHAHA....hore...paeh yeuh
brita nya lumayan kompit
brita nya lumayan kompit
komentarna saraklek kabeh
komentarna saraklek kabeh
hebat
hebat komentarna,pikaseurien...
nembak calon pamajikan mah
nembak calon pamajikan mah ulah atuh kang,,,, kudu ngahargaan ka calon pamajikan,,, lantaran awewe teh mahal.... lamun awewe na salingkuh "Paehan"
Innalillahi wa inna ilahi
Innalillahi wa inna ilahi rojiun...semoga arwah KH. Zaenuddin MZ diterima di sisi Alloh Swt..amien
hidup persib
hidup persib
naon hubunganna jeung persib
naon hubunganna jeung persib
nya eta euweuh
nya eta euweuh
ha..ha....!!!
ha..ha....!!!
Post new comment