Peserta M2KQ Diharuskan Bawa Mesin Tik

JAWA BARAT

DEPOK,(PRLM).- Bertempat di sekitar masjid Al-Muhajirin Jalan Nusantara dalam ajang MTQ XXXI tingkat Provinsi Jawa Barat diadakan lomba Musabaqoh Menulis Kandungan Al-quran (M2KQ). Lomba yang diikuti 34 peserta terdiri dari 18 laki-laki dan 16 perempuan ini berasal dari kafilah tiap-tiap Kabupaten dari seluruh Provinsi Jawa Barat.

Menurut Drs. H. Jejen Zainal Abidin, sekretaris majelis Hakim M2KQ setiap kabupaten maksimal hanya diperbolehkan mengirim satu peserta laki-laki dan satu orang peserta perempuan. Para peserta yang mengikuti ajang ini dinilai berdasarkan penulisan, bobot materi dan penguasaan materi. Jejen menambahkan, dalam penilaian memiliki batas maksimal dan minimal jumlah halaman yang harus diserahkan sebagai penilaian ke Dewan Hakim. Yaitu jumlah maksimal halaman 15 lembar dan minimal 10 lembar.

Yang menarik dalam perlombaan M2KQ, setiap peserta diharuskan membawa dan menggunakan mesin tik portable sebagai alat bantu tulis. Peserta juga diperbolehkan melakukan diskusi dengan pendamping, dan membawa Al Quran, Hadist dan buku referensi.

Sayangnya alat modern tidak diperkenankan di dalam perlombaan ini. “Hal ini untuk mencegah kecurangan peserta, “ kata Jejen Zainal. Alat alat yang tidak diperbolehkan dibawa oleh peserta di antaranya adalah handphone, modem, laptop, kabel data, makalah dan lain lain.

Perlombaan M2KQ merupakan lomba yang menarik di dalam MTQ. Peserta bebas menulis sesuai dengan tema yang ditentukan panitia dan didasarkan kandungan Al Quran, Hadist serta menggunakan referensi buku-buku Islami yang berkaitan dengan tema ditentukan dewan hakim.

Ajang MTQ ke XXXI ini, perlombaan M2KQ mengambil dua tema besar yaitu Perspektif Al-Quran tentang integrasi Sains dan Agama dan Jihad melawan Kemiskinan dan kebodohan. (A-163/das)***

Baca Juga

Diskop UMKM Dorong Pengusaha Miliki Sertifikasi

JAWA BARAT
SEJUMLAH pegawai Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) tengah menggelar rapat mengenai kesiapan pendataan UMKM yang ada di Cianjur. Produk UMKM tersebut sediannya akan diusulkan untuk mendapatkan sertifikasi ke Kementerian Koperasi d

CIANJUR, (PRLM).- Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur tengah menginventarisasi sejumlah produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang belum memiliki sertifikasi.

Biaya Pembangunan Pasar Pagaden Butuh Rp 2,5 - Rp 3 M

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Pemkab Subang membutuhkan biaya antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 3 miliar untuk membangun kembali kios/los/lapak di Pasar Inpres Pagaden yang terbakar beberapa waktu lalu. Namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil kajian yang kini sedang berjalan.

Pemkab Sukabumi Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Minggu (2/8/2015) menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapan seiring daerah rawan bencana semakin meluas, terutama di beberapa daerah merah kekeringan.

29 Kecamatan di Cianjur Nunggak Pembayaran Raskin

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Hanya tiga dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur hingga Juli 2015 yang bisa melunasi pembayaran beras untuk rakyat miskin (Raskin) tahun 2015. Sisanya sebanyak 29 kecamatan masih nunggak pembayaran raskin untuk kebutuhan dari Januari-Juli 2015.