Headlines

Calon Rektor UPI Ditetapkan Minggu Ini

BANDUNG, (PRLM).- Sebelas kandidat bakal calon Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah mengumpulkan kertas kerja sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan, yaitu Sabtu (24/4). Majelis Wali Amanat (MWA) UPI akan menetapkan bakal calon rektor tersebut minggu ini.

Ketua Pemilihan Rektor UPI Dadang Sunendar mengatakan, sebelas kandidat tersebut telah mengumpulkan seluruh syarat administratif, termasuk kertas kerja. Namun, kandidat bakal calon Rektor UPI akan disaring terlebih dahulu oleh MWA UPI dan disahkan paling lambat 8 Mei 2010.

Sebelas orang bakal calon Rektor UPI tersebut adalah Prof. Dr. H. Adeng Chaedar Alwasilah, M.A. dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI, Dr. Ir. Franz Astani, S.H., S.E., M.Kn., M.B.A., M.M., M.Si. (President University), Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D. (Fakultas Ilmu Pendidikan/FIP UPI), Prof. Dr. H. Muhammad Ali, M.A. (FIP UPI), Muhammad Qudrat Nugraha, Ph.D., M.Si. (Universitas Bina Nusantara), Dr. Sunatra, S.H. (Direktur Pascasarjana ARS International/Direktur Utama Jaya Makmur), Dr. H. Yoyon Bahtiar Irianto, M.Pd. (FIP UPI), Prof. Dr. Ishak Abdulhak (FIP UPI), Prof. Dr. M.A.S. Imam Chourmain M.Ed. (Universitas Negeri Jakarta), Prof. Dr. H. Rusli Lutan, M.Td. (FPOK UPI), dan Prof. Dr. H. Sunaryo
Kartadinata, M. Td.

MWA UPI kemudian akan melakukan penyaringan kembali sesuai dengan syarat yang berlaku, termasuk kertas kerja. Nama bakal calon yang lolos kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan MWA untuk kemudian melewati tahap penyajian kertas kerja dalam forum terbuka tanggal 24-27 Mei 2010.

Setelah menyampaikan kertas kerja dalam forum terbuka, Senat Akademik menyeleksi rektor menjadi tiga sampai lima orang untuk dipilih oleh MWA. Berdasarkan jadwal yang ditentukan, MWA akan melakukan pemilihan Rektor UPI paling lambat 18 Juni 2010.

Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI Irfan Ahmad Fauzi menyayangkan tidak adanya peranan mahasiswa dalam memilih Rektor UPI. “Dari tujuh perguruan tinggi BHMN, hanya UPI dan UGM yang tidak ada perwakilan mahasiswa dalam MWA,” ujar dia.

Dengan adanya peran mahasiswa dalam MWA, kata Irfan, mahasiswa bisa mengawal proses pemilihan rektor. “Untuk selanjutnya mahasiswa juga bisa mengetahui dana operasional secara transparan serta mengetahui kebijakan rektor,” ujarnya. (A-185/A-147)***

Komentari di Facebook !
TERKINI