Peralatan eks LKPA Nyaris Terlantar

BANDUNG, (PRLM).-Pelatan mesin kemasan senilai lebih dari 200 juta eks Layanan Kemasan Produk Agro (LKPA) Dinas Indag Agro nyaris terbengkalai, akibat belum jelasnya nasib di tangan pengelola baru Dinas Indag Jabar sejak dua tahun terakhir. Akibatnya, berbagai peralatan yang berada di salah satu ruangan kantor Badan Ketahanan Pangan Daerah (KKPD) Jabar tersebut kini terancam menjadi besi tua karena tak kunjung dimanfaatkan semestinya.
Sejumlah unsur pimpinan BKPD Jabar, Jumat (30/4), menyebutkan, sampai kini belum ada kejelasan dari Dinas Indag Jabar kapan peralatan tersebut akan diambil. Soalnya, BKPD Jabar tersebut akan memerlukan ruangan bekas LKPA untuk digunakan sebagai salah satu ruangan kerja.
Saat Dinas Indag Agro masih berdiri, mereka mendirikan LKPA dengan tujuan layanan konsultasi bagi para pengusaha industri-kecil menengah agro produk makanan, yang sangat banyak dikunjungi para pengusaha IKM makanan se-Jabar. Mesin-mesin yang dikelola LPKA tersebut menghasilkan sejumlah contoh berbagai jenis kemasan modern, higienis, aman, dengan desain lebih menarik perhatian konsumen.(A-81/kur)***
kesannya seperti habis manis
kesannya seperti habis manis sepah di buang ya ingat lah kapan indonesia akan maju kalau dari dinas terkait tidak ada kelanjutannya. sayangkan anggaran segitu besarnya hanya jadi sampah besi tua aja
Sok ngahambur-hambur anggaran
Sok ngahambur-hambur anggaran sok atuh kelola sing bener, pan eta teh duit rakyat. pake, manfaatkeun ku produk UKM anu ngabutuhkeun. Aneh loba pisan padahal anu butuhna alat ieu. beu...tepi ka kituna. Contoh salah kelola.
Yth bapak-bapak pembuat
Yth bapak-bapak pembuat program kebijakan, ingatlah semua dana untuk peralatan memakai uang rakyat .saya kembalikan kepada bapak bagaimana perasaan bapak, peralatan akan rusak bila tak segera digunakan. kami rakyat kecil sudah jenuh /muak dengan kebijakan yang selalu sangat merugikan rakyat, ingatlah besuk di Akherat , didunia ini hanya sebentar.
Bukan hanya alat ini yang
Bukan hanya alat ini yang terlantar. Lihat juga TERMINAL AGRIBISNIS. KATANYA TEMPAT LELANG SAYURAN. TAPI BANYAK YANG TIDAK DIMANFAATKAN. KABEH JADI IMAH JURIG. Aya oge anu di kawasa ku tangkulak.
padahal banyak IKM pangan
padahal banyak IKM pangan kesulitan pemasaran karena tampilan kemasannya masih tradisional. bagaimana Indag Agro yang terdengar banyak lakukan hal tapi menyisakan kondisi spt ini, nyaris sama nasibnya dengan lelang komoditi
Ini salah satu bukti
Ini salah satu bukti discontinued program
Post new comment