Warga Hurip Jaya Keluhkan Limbah Pertamina

JAWA BARAT

BEKASI, (PRLM).- Warga Desa Hurip Jaya, Kec. Babelan, Kab. Bekasi mengeluhkan limbah Pertamina hasil pengeboran yang dilakukan di wilayah tersebut. Pasalnya, sudah satu bulan terakhir bau menyengat dari limbah sudah sangat menganggu warga. Warga menduga Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) tidak berfungsi.

"Kami pun sudah mendatangi pihak pengeobran, namun beberapa waktu lalu mereka pun tidak memberikan jawaban dan menemukan sebab. Mereka berdalih IPAL masih tetep jalan. Padahal, bau yang semakin menyengat ini sudah sangat menganggu pernafasan warga. Apalagi kalau malam hari," ujar salah seorang warga Hurip Jaya, Ibrahim (39) kepada "PRLM" di lokasi, Kamis (29/4).

Ibrahim mengaku juga sudah mengadukan hal ini ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) secara tertulis maupun lisan, namun hingga kini belum ada pengecekan yang dilakukan dari BPLHD. "Justru saat ini kami mendesak agar BPLHD meneliti apa yang terjadi pada IPAL Pertamina, tidak berfungsi kah, atau dibuang sembarang sampai menimbulkan bau seperti ini," ujarnya.

Sementara itu, ketua organisasi Aliansi Utara (Alu), Sanusi juga menduga beberapa sawah yang kering dan gagal panen juga karena saluran irigasi sudah tercemar dengan limbah minyak Pertamina. "Beberapa petani di desa ini juga mengeluhkan sawahnya yang semakin mengering, padahal musim kemarau juga belum datang. Kami menduga karena air untuk irigasi juga tercemar. Oleh karena itu, kami meminta BPLHD peduli untuk segera mengecek IPAL Pertamina tersebut, " ungkapnya.

Sementara itu, petugas IPAL yang ada di pengeboran Pertamina, Heri mengaku tidak tahu apa-apa jika ternyata limbah dari Pertamina sebagai penyebab bau yang menyengat akhir-akhir ini. "Saya hanya petugas lapangan yang menjaga. Kalau yang lebih berwenang atasan saya, tapi sedang tidak ada di tempat," ujarnya,

Kepala BPLHD Daryanto yang dikonfirmasi hanya mengatakan akan segera melakukan pengecekan, karena ia juga baru mendengar keluhan tersebut. "Nanti coba saya koordinasikan dengan pihak Pertamina. Laporan mengenai hal ini belum saya terima, namun secepatnya kami akan mengeceknya di lapangan," katanya. (A-186/das)***

Baca Juga

Petugas Kejari Geledah Dokumen Kantor Dinas Bimasda

JAWA BARAT

DEPOK, (PRLM).- Petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok menggeledah dokumen di kantor Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok, Rabu (15/4/2015).

Dua Pejabat PT Pertani Cirebon Ditangkap Kejari Indramayu

JAWA BARAT

INDRAMAYU, (PRLM).- Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu menahan dua pejabat PT Pertani (Persero) Cirebon Wilayah Jawa Barat ke Rutan Lapas Kelas IIB Kabupaten Indramayu, Kamis (16/4/2015).

Enam Rumah di Neglasari Rusak Diterjang Puting Beliung

JAWA BARAT

BANJAR, (PRLM).- Sebanyak enam unit rumah dan ratusan pohon tumbang akibat diterjang angin puting beliung menerjang Dusun Cilengkong dan Cikapundung, Desa Neglasari, Kecamatan/Kota Banjar.

Satpol PP Cianjur Lamban Tertibkan Galian C Ilegal

JAWA BARAT

CIANJUR,(PRLM).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur dinilai lamban dalam melakukan penegakan Peraturan Daerah (Perda).