Teknologi Militer Selalu Lebih Maju

BANDUNG, (PRLM).- Jadilah prajurit yang mengerti serta mampu melaksanakan tugas-tugasnya secara proposional dan professional. Seorang prajurit juga harus memiliki disiplin yang tinggi, bertanggung jawab, loyal serta memiliki kebanggaan terhadap profesinya.
Hal ini disampaikan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Gutomo S.I.P dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Sulaiman Letkol Lek I Wayan Mahendra Data S.T pada upacara penutupan pendidikan Sesarjurlek Angkatan Ke-35 dan pembukaan pendidikan Sejurhar Alnavud Angkatan Ke-21 dan Sejursarhar Radio Angkatan Ke-30 bertempat di Lapangan Apel Staff II Lanud Sulaiman Bandung, Kamis ( 29/04 ).
Ditegaskan Danlanud, bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya bidang elektronika demikian luas dan kompleks serta terus berkembang menelusuri segala sektor kehidupan, tak terkecuali alat utama sistem senjata udara. "Satu hal yang jelas terjadi, bahwa teknologi militer akan selalu lebih maju dan unggul dibanding dengan yang digunakan kalangan sipil, maka jelaslah eksistensi maupun fungsi dalam kedinasan di bidang elektronika sangatlah diperlukan," ujarnya.
Pada acara tambahan, Kadisops menyerahkan trofi kepada siswa lulusan terbaik, Serda Nyono. Para lulusan dari Skadik 203 yang telah mengikuti pendidikan Sesarlek selama delapan bulan tersebut mengikuti pendidikan kejuruan lagi yaitu, pemeliharaan radio (harrad) dan alat navigasi udara (alnavud) . Pendidikan pemeliharaan radio ditempuh untuk kurun waktu enam bulan sedangkan alnavud diselesaikan dalam waktu tujuh bulan. (Mun/A-147)***
Para Pendahulu pun mampu
Para Pendahulu pun mampu meraih kemerdekaan dan menegakan kedaulatan meski dengan bambu runcing dan Alutsista seadanya. Tentu kini akan dan harus jauh lebih mampu, seiring perkembangan teknologi militer dan perkembangan ancaman-ancaman atau gangguan dalam segala macam bentuk dan cara.
Dibanding beberapa tahun yang lalu, kini TNI dan khususnya Alutsista yang ada, amat sangat memprihatinkan. Kami sangat yakin kehandalan para prajurit TNI. Namun demikian dengan keterbatasan Alutsista, akan menjadi kendala yang sangat serius dalam operasionalnya. Terlebih luas wilayah dan gangguan yang kian marak dan serius.
Seyogyanya Pejabat tinggi TNI, Pemerintah dan Pihak yang terkait sudah saatnya harus segera melakukan reformasi Alutsista. Memperhatikan kehidupan para Prajurit TNI.
Tidak bisa tidak, dan menunda-nunda. Atau menunggu sesuatu itu harus terjadi terlebih dahulu dengan menimbulkan korban moril materil dan jiwa sia-sia.
Niat, bijak, ikhlas mendahulukan kepentingan negara dan bangsa.
Tidak membelenggu dengan HAM, ini dan itu. Bak meng-kandang-kan, mengikat dengan tali kokoh serta melepasi taring-taringnya. Perlahan tapi pasti melumpuhkan, yang seharusnya justru dijadikan idola (kebanggaan) sebagai penjaga stabilitas serta kedaulatan bangsa negara. Dalam situasi kondisi manapun..
Terlepas catatan buruknya. Siapa lagi jikalau bukan para prajurit TNI yang mencegah dan menyelesaikan setiap ancaman/ gangguan. Baik dari luar maupun dari dalam.
Selamat berjuang dan berbakti pada Bangsa dan Negara. Semoga senantiasa mendapatkan rahmatNya.
Saya setuju bahwa teknologi
Saya setuju bahwa teknologi militer selalu lebih maju dari teknologi yg digunakan sipil, sayangnya penguasaan teknologi tersebut oleh TNI tidak lebih maju dibanding penguasaan oleh sipil. Buktinya untuk mengoperasikan komputer, kirim email pake HP dan cara2 sederhana seperti itu saja suka tanya org sipil. Bahkan untuk menentukan spek komputer yg tepat saja butuh konsultan dari sipil. Jadi penting buat TNI khususnya AU yg sarat akan teknologi untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam penguasaan teknologi. Tentaranya juga harus maju bukan teknologinya saja, krn teknologi yg kita punya juga barang import.
Post new comment