Warga dan Tukang Ojek Protes Penutupan Jalan Kawasan Industri
BEKASI, (PRLM).- Ratusan warga dari Perumahan Villa Mutiara, Pesona Gading, dan Villa Wanabakti, dan puluhan tukang ojek Cibitung, Kab. Bekasi, memprotes penutupan akses jalan warga menuju kawasan industri Gobel, Cibitung, Senin (26/4).
Warga meminta pengelola kawasan membuka kembali jalan yang diblokir, lantaran jalan tersebut akan dibangun pabrik lagi. "Bukan begini dong caranya. Kami ini kan biasa menggunakan akses jalan untuk keluar masuk kawasan. Malah main tutup aja. Kami mau lewat mana?" ucap salah seorang warga, Kasman (42).
Kasman mengatakan, jika jalan tersebut ditutup, maka jalan satu-satunya warga harus memutar hingga puluhan kilometer untuk menemukan akses jalan utama melalui Pasar Induk Cibitung. "Ini kan membuat kami semakin sulit. Jika mau tetep lebih dekat, masak kami harus menyebrang Sungai Sadang dulu," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Joko (38), salah seorang tukang ojek. Menurutnya, penutupan jalan oleh pihak pengelola merugikan tukang ojek. "Kami sadari memang hak pengelola untuk membangun pabrik lagi. Namun, tidak asal tutup. Harusnya memberi solusi bagi kami. Kalau asal tutup kan mematikan rejeki kami," tuturnya.
Menurut Joko, dalam sehari ia bisa maraup pendapatan hingga Rp 50 ribu dari jasa ojeknya mengantarkan karyawan pabrik dari rumah mereka hingga ke kawasan. "Kalau harus memutar dulu ke Pasar Induk Cibitung, tentu saja tidak ada yg mau naik ojek karena lebih jauh dan bayarnya mahal," ungkapnya.
Hingga protes yang dilakukan pukul 13.00 WIB, belum ada kesepakatan antara warga dengan pihak pengelola kawasan. Bahkan, ketika akan dikonfirmasi, pihak pengelola Kawasan Gobel menolak memberikan keterangannya. (A-186/das)***
Post new comment