Sejumlah PP dan Permen Akan Direview

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah menghargai dan menghormati keputusan yang telah ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan UU No. 9 tahun 2009 mengenai Badan Hukum Pendidikan (BHP) bahwa UU tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Konsekuensi dengan dibatalkannya UU BHP itu adalah mereview seluruh peraturan, baik level Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri (Permen) yang konsiderasinya menggunakan UU BHP.

“Intinya, pemerintah menghargai dan menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh lembaga-lembaga negara,” ujar Mendiknas Mohammad Nuh dalam keterangan pers di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Senayan, Jakarta , Rabu (31/3) malam.

Sebelumnya, dijelaskan Nuh, salah satu tugas pemerintah adalah melaksanakan apa yang telah diamanatkan oleh peraturan dan perundang-undangan. Lalu, pemerintah sangat menghargai dan menghormati hak-hak  yang dimiliki masyarakat untuk mengajukan review baik judicial review maupun constitutional review.

Pemerintah pun menghargai dan menghormati keputusan-keputusan yang diambil oleh lembaga-lembaga negara. Tidak ada istilah pemerintah menolak atau melawan terhadap keputusan lembaga-lembaga negara.

Nuh menambahkan, posisi pemerintah dalam menghadapi adanya judicial review maupun constitutional yang diajukan sebagian masyarakat tidak dalam vis a vis (saling berhadapan) atau saling berlawanan, karena kalau posisinya berhadapan, akan ada istilah kalah dan menang terhadap hasil keputusan.

“Posisi pemerintah lebih pada penyempurnaan dari proses pembentukan peraturan dan perundangan,” jelasnya.

Intinya, tegas dia, Undang-Undang Dasar (UUD) saja bisa diamandemen dan bahkan beberapa kali diamandemen, maka dalam menyikapi UU BHP --yang bukan UUD-- ini suatu yang biasa saja.

“Itu tak perlu terlalu diributkan, seakan-akan terjadi tsunami, atau gempa macam-macam. Itu biasa,” katanya.

Ditegaskan Nuh, konsekuensi dibatalkannya UU BHP, maka seluruh peraturan yang telah dikeluarkan atau ditetapkan oleh pemerintah pada level PP atau Permen yang konsiderasinya menggunakan UU BHP akan direview. Nuh mengatakan, yang terakhir adalah PP tentang Universitas Pertahanan. Itu cantolannya UU BHP.(A-94/A-50)***

Baca Juga

122 Peserta Ikuti Pendidikan Dasar Wanadri 2016

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 122 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti Pendidikan Dasar Wanadri 2016 yang akan berlangsung selama sebulan ke depan. Rangkaian kegiatan tersebut secara resmi dibuka dengan upacara di halaman Gedung Sate Kota Bandung, Sabtu 30 Juli 2016.

Melukis di Atas Kanvas, Jokowi Pilih Warna Merah dan Kuning

JAKARTA, (PR).- Presiden Jokowi Widodo mencoba melukiskan kata "Seni" dalam acara Peresmian Pembukaan Pameran Seni Rupa Koleksi Istana Kepresidenan RI di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2016.

REVOLVER  Colt .45 yang pernah dimiliki Jenderal George S. Patton terjual seharga US$ 75.000 pada lelang di Los Angeles.*

Ecosoc: Pemerintah Gunakan Nyawa Manusia Untuk Dinilai Tegas

JAKARTA, (PR).- Eksekusi mati yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo sejak masa kepemimpinannya dinilai sejumlah aktivis bukan langkah yang tepat. Aktivis HAM dari Ecosoc Rights, Sri Palupi bahkan menyatakan apa yang dilakukan pemerintah hanya pencitraan.