Ribuan Pohon Albasiah di Tasik Terserang Virus

TASIKMALAYA, (PRLM),- Ratusan petani Kabupaten Tasikmalaya yang menanam sekitar 730.000 pohon albasiah mengeluh, karena tanamannya terserang hama penyakit karat puru, yang menyebabkan batang atau ranting pohon terlihat bisul-bisul. Kerugan yang diderita petani diperkirakan mencapai Rp 4 miliar.

Keberadaan virus itu berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi para petani, sebab pohon yang telah terkena virus itu biasanya tak kunjung berkembang, bahkan banyak yang mengalami kematian. Solusi yang dilakukan para petani agar hama tersebut tidak menyebar yakni memotong ranting atau cabang pohon yang sudah terkena kemudian membakarnya.
“Kami masih bingung membasminya, jalan terbaik membakar batang atau ranting yang terkena,” ujar Amur (55), seorang petani asal Tasikmalaya Selatan.

Menurut Amur, penyebaran virus tersebut terjadi sejak setahun ini, dan virus itu menyerang tanaman segala umur, dan biasanya bagian pohon yang sudah terkena sulit diobati hingga akhirnya berujung pada kematian tanaman. Bahkan beberapa pupuk serta pengobatan dengan semprotan pernah dilakukan oleh para petani, namun hasilnya belum terlihat. Diduga hama pohon itu awalnya dibawa dari daerah Jawa, karena sebagian besar bibit tanaman yang di pakai berasal dari sana. “Saya dengar katanya awalnya dari Jawa,” ujar Amur.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tasikmalaya, H Kundang Sodikin Kamis (25/3) membenarkan, di wilayahnya terjadi serangan penyakit pohon tersebut. "Bahkan akibat menyebarnya penyakit tersebut, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 4 miliar,” ujar H Kundang. (A-14/A-120)***

Baca Juga

Ratusan Siswa Ikuti MPLS di Tempat Sampah

SUBANG, (PR).-Ratusan siswa baru SMP dan SMA, perwakilan sejumlah sekolah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat Kabupaten di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Panembong, Kelurahan Parung, Kecamatan/Kabupaten Subang

Kabupaten Cirebon Darurat Kekerasan Seksual Anak

SUMBER, (PR).- Kasus kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Cirebon ibarat fenomena gunung es. Antara fakta yang terjadi dengan yang dilaporkan ke polisi, ada kesenjangan data yang sangat jauh bedanya.