Kandidat Rais Aam NU Sudah Berkembang

MAKASAR, (PRLM).- Nama-nama yang berkembang sebagai kandidat Rais Aam merupakan pimpinan tertinggi di tubuh NU, yaitu K.H. Sahal Mahfud, K.H. Hasyim Muzadi, K.H. Maruf Amin dan K.H. Maemun Zubair.
Ketika diminta tanggapan K.H. Hasyim Muzadi menyatakan, secara pribadi tidak “elok” mencalonkan diri sebagai Rais Aam. Kiai Hasyim menyerahkan sepenuhnya, kepada peserta Muktamar untuk pemilihan Rais Aam. “Tradisi di NU, Rais Aam itu bukan meminta, tetapi diminta,” katanya, usai memberikan laporan pertanggungjawaban.
Sementara itu, K.H. Ma’run Amin menyatakan bersedia menjadi Rais Aam jika memang diminta oleh peserta muktamar. Hal serupa dikatakan oleh Pengasuh pondok pesantren Al-Anwar, Sarang, Lasem, Rembang, KH Maemun Zubair menyatakan siap menjadi Rais Aam bila muktamirin menghendaki. “Kalau dimaui muktamirin, boleh,” katanya.
Terkait masalah pencalonan Rais Aam PBNU, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Mahfudh, M.M., mendapat kecaman keras dari Khatib Syuriah dan pengurus cabang (PC) NU se-NTB atas pernyataannya dalam pandangan umum terhadap laporan pertanggungjawaban PBNU periode 2004-2009, Kamis (25/3).
Dalam pandangan umum itu, Mahfudh dianggap mengeluarkan pernyataan yang dianggap keluar dari kesepakatan PC dan jajaran Syuriah se-NTB. "Ketua PWNU NTB sudah melakukan pengkhiatanan dan kebohongan publik," ujar Dr H. Mutawalli, Khatib Syuriah PWNU NTB.
Pernyataan Mutawalli diperkuat oleh Wakil Ketua PWNU NTB, H. Ahmad Taqiudin Mpd. "Saya sudah berbicara dengan beliau tadi malam, tapi yang keluar dalam pernyataannya tidak sesuai kesepakatan," ungkapnya.
Ahmad mengatakan, pernyataan Mahfudh yang menyebut dukungan secara eksplisit kepada salah satu nama calon Rais Aam PBNU sama sekali tidak sesuai dengan aspirasi para pengurus cabang dan jajaran Syuriah NU NTB.
"Ada dua kesalahan, dia menyebutkan nama yang sebenarnya tidak didukung sebagian besar PC dan kalaupun sesuai aspirasi, kita sudah sepakat untuk tidak menyebutkannya dalam forum pandangan umum," kata Ahmad.
Penjelasan Ahmad diperkuat oleh beberapa Ketua PC dan pimpinan Syuriah NU NTB yang sempat berdialog secara informal bersama "PRLM". Termasuk PCNU Lombok Tengah yang menilai pernyataan Mahfudh sebagai bentuk adanya politik praktis di lingkungan NU.
"Sepertinya sudah ada kesepakatan tersendiri dengan tim sukses calon Rais Aam tersebut. Ini jelas tidak mencerminkan politik keummatan NU, kata Ketua PCNU Lombok Tengah TGHM Shaleh Salis yang dibenarkan oleh Rais Syuriah Lombok Tengah, TGH Maarif. (A-97/A-178/kur)***
Post new comment