Pengendalian Intern BPR Masih Lemah

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah ditargetkan bisa ditekan maksimal menjadi 3 persen. Sebelumnya, per Mei 2009, NPL PD BPR mencapai 5,76 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan NPL BPR milik swasta (PT BPR) yang berkisar 3,93 persen dan BPR milik koperasi 3,90 persen.

”Kita harapkan dengan berbagai upaya perbaikan, NPL PD BPR bisa turun, maksimal di kisaran 3 persen,” ujar Direktur Pengawasan BUMD BPKP, Arzul Andalisa.

Secara umum, Azrul mengatakan, kendala utama PD BPR adalah kurang memadainya sumber daya manusia (SDM) sehingga lemahnya inovasi serta dedikasi, lemahnya sistem pengendalian intern, dan faktor eksternal, seperti pesaing dari bank umum.

”Oleh karena itu, melalui nota kesepahaman ini kita akan menyusun program untuk membuat pengelolaan bisnis yang sehat sehingga kinerja PD BPR meningkat,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jabar Ruchijat mengatakan, pengawasan yang dilakukan BPKP bukanlah mencari kesalahan PD BPR, melainkan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dan menindaklanjutinya dengan mencari solusi.

Sementara itu, Direksi BPR Sumedang Yanti K. Dewi berharap, melalui kerja sama ini kinerja PD BPR bisa meningkat. Pasalnya, PD BPR juga akan mengetahui secara detail performa kinerja yang dilakukan. (A-188/A-147)***

Baca Juga

Penjual Perabotan Rumah Tangga Keliling

EKONOMI
Penjual Perabotan Rumah Tangga Keliling

Pemerintah Putuskan Revisi DNI, Diharapkan Selesai 2 Minggu

EKONOMI

JAKARTA,(PRLM).- Pemerintah memutuskan untuk merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang jumlahnya mencapai 700 lebih, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2014, yang semula dipersiapkan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

HT: Bom Bakal Pengaruhi Ekonomi, Pemerintah Harus Segera Bertindak

EKONOMI

CIANJUR, (PRLM).- Salah seorang pengusaha Harry Tanoesoedibyo (HT) menilai terror yang terjadi di Jakarta bakal memengaruhi stabilitas ekonomi. Aksi berdarah itu membuat para investor tidak nyaman karena menganggap Indonesia tidak lagi aman.

Masyarakat Ekonomi Syariah Jabar Adakan Muswil Perdana

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Untuk pertama kalinya Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jabar mengadakan musyawarah wilayah (Muswil) meskipun usia MES Jabar sudah lama.