Sarana Puskesmas Belum Ideal

NGAMPRAH, (PRLM).- Sarana dan prasarana di Puskesmas DTP (dengan tempat perawatan) Cililin, Kab. Bandung Barat, sebagian besar belum memenuhi kriteria ideal. Masih banyak sarana perawatan yang dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi pasien yang sedang dirawat.

Ranjang besi kaku di sana dinilai menyulitkan pasien manula. Seorang kakek yang diduga mengalami gangguan pernafasan terlihat harus disangga dengan beberapa bantal untuk meninggikan posisi badannya. Tak seperti tempat tidur untuk perawatan orang sakit, permukaan tempat tidur di puskesmas itu tak dapat ditinggikan. Selain itu, orang tua tersebut perlu dibantu oleh dua orang untuk memangkunya ketika akan naik dan turun tempat tidur besi itu.

Plt. Kepala Puskesmas Cililin dr Diah Rahma mengatakan, idealnya, tempat tidur yang ada di puskesmas dirancang untuk mempermudah pasien naik maupun menuruni tempat tidur. Tempat tidur yang dapat dioperasikan secara otomatis dapat naik dan turun atau over bed. Namun fasilitas itu kemungkinan tidak ditemukan di Puskesmas, terkecuali di rumah sakit besar.

Diah yang didampingi Kepala Perawatan Puskesmas Cililin Ade Muhlis mengatakan, selain peralatan yang secara langsung menyentuh pasien, faktor sarana pendukung puskesmas dan bangunan puskesmas kerap lepas dari perhatian.

”Bangunan Puskesmas ini telah berdiri sejak tahun 1954. Plafonnya sudah mulai keropos, kami khawatir apabila suatu saat bisa menimpa salah seorang pasien,” kata Ade.Ia pun menyinggung minimnya kenyamanan kondisi kamar mandi umum dan persediaan air bersihnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kab. Bandung Barat Iwan Mulyawan sebelumnya mengatakan, untuk tahun 2009 Dinas Kesehatan telah menyalurkan kebutuhan puskesmas seperti untuk kesehatan gigi dan rontgen.

Menurut dia, Dinkes akan memprioritaskan peremajaan peralatan di puskesmas. Hal itu dilakukan setelah sarana puskesmas yang belum memiliki salah satu alat terpenuhi. Peremajaan alat puskesmas tersebut akan dilakukan terhadap 31 puskesmas yang ada di Kab. Bandung Barat. (A-183/A-147)***

Baca Juga

9.013 Siswa Jalani Ujian Nasional di Kota Cimahi

CIMAHI, (PR).- Sebanyak 9.013 siswa SMA/sederajat mengikuti ujian nasional tahun 2016 di Kota Cimahi, Senin 4 April 2016. Penyaluran soal bagi UN manual belum mengalami kendala, begitu juga dengan UN berbasis komputer.

pns, pangkat, golongan, cimahi,

697 PNS Kota Cimahi Naik Pangkat

CIMAHI, (PR).- Sebanyak 697 PNS di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi menerima SK kenaikan pangkat di Aula Pusdik Armed Jalan Baros Kota Cimahi, Senin 4 April 2016. Kenaikan pangkat diharapkan memacu peningkatan layanan publik.

MASSA dari Tunas Pasundang berunjuk rasa di Kejati Jabar terkait pengusutan kasus alat kesehatan. Mereka meminta jaksa mengusut sampai ke akar-akarnya.*

Cegah Korupsi Alkes, Kejari Dampingi RSUD Cibabat

CIMAHI, (PR).-Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi mensosialisasikan Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) di RSUD Cibabat Jln. Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Rabu 6 April 2016. Kejari Cimahi bakal mengawal proses pengadaan barang alat kesehatan (alkes) di RSUD Cibabat.